Duel Antarlini Pertandingan BRI Liga 1, Arema FC Vs Bhayangkara FC: Duel Bertabur Bintang

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Pekan kedua BRI Liga 1 2021 akan mempertemuan dua tim yang bisa dibilang punya materi bermain bertabur bintang dan sama-sama punya target tinggi.

Adalah duel antara Arema FC melawan Bhayangkara FC pada hari Minggu (12/09/2021). Kedua tim sama-sama sedang dalam semangat tinggi.

Bhayangkara FC membuka kompetisi dengan kemenangan 2-1 dari Persiraja Banda Aceh. Sementara Arema hanya meraih hasil imbang lawan PSM Makassar. Namun Arema juga termotivasi karena hasil imbang itu diraih saat mereka main dengan sepuluh orang selama lebih dari 87 menit.

Jadi, tim berjuluk Singo Edan ini berhasrat meraih kemenangan pertamanya saat main dengan kekuatan penuh. Spirit tambahan juga datang dari Presiden Arema, Gilang Widya Pramana yang berjanji memberikan bonus kemenangan besar. Ini salah satu cara membuat Ahmad Alfarizi dkk main ngeyel.

Jika dilihat dari komposisi pemain, sebenarnya kedalaman skuat Bhayangkara FC lebih bagus. Mereka punya banyak pemain berpengalaman dan pemain muda berlevel timnas.

Sebut saja Andik Vermansah, Jajang Mulyana, Hansamu Yama, Sani Rizky dan masih banyak lagi lainnya. Barisan pemain asing mereka juga bisa dibilang level atas. Seperti Ezechiel N’Douassel, Renan Silva, sampai Lee Yoo Joon.

Sementara Arema, pemain intinya mayoritas pernah jadi bagian Timnas Indonesia. Seperti Ahmad Alfarizi, Dendi Santoso, Bagas Adi, Hanif Sjahbandi, Dedik Setiawan hingga Kushedya Hari Yudo. Namun pelapisnya, sebagian besar pemain muda.

Jika melihat rekor pertemuan kedua tim. Dari 12 laga, Arema menang 7 kali, 3 laga imbang dan 2 kali kalah. Memang Singo Edan masih mendominasi. Tapi itu tak bisa jadi acuan. Karena musim ini pertandingan digelar ditempat netral.

Justru Bhayangkara yang terbiasa main dalam kondisi seperti ini. Mereka sudah terbiasa berpindah homebase dan main tanpa dukungan penonton. Lantas seperti apa duel nanti? Bola.com coba menganalisis duel antar lini kedua tim.

Kiper

Kiper Arema FC, Adilson Maringa. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Kiper Arema FC, Adilson Maringa. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Arema akan mengandalkan Adilson Maringa yang tampil apik lawan PSM. Dia melakukan sejumlah penyelamatan penting. Banyak pengamat menyebutnya sebagai pemain terbaik saat Arema bermain imang lawan PSM.

Sementara Bhayangkara FC punya Awan Setho. Dia jadi salah satu kiper lokal papan atas Indonesia. Sebenarnya, dua kiper ini sama-sama kemasukan satu gol di laga pertama.

Namun Maringa lebih banyak melakukan penyelamatan. Sebab, Arema banyak dapat tekanan ketika kalah jumlah pemain lawan PSM. Sepertinya, dia memiliki kepercayaan diri lebih tinggi menatap duel lawan Bhayangkara.

Kiper asal Brasil itu ingin konsiten tampil apik. Dia berhasrat memberi bukti jika banyak penyelamatan di pertandingan pertama bukan sebuah hal yang kebetulan, melainkan karena kualitasnya. Lini depan Bhayangkara juga jadi ujian serius baginya.

Sementara Awan Setho, dia harus berupaya menahan gemburan lini depan Arema yang masih penasaran untuk mencetak gol. Seperti diketahui, Arema punya problem finishing touch sejak dua uji coba terakhir sebelum BRI Liga 1. Bahkan sampai laga pertama lawan PSM, gol yang lahir lewat tendangan penalti Hanif Sjahbandi.

Belakang

Bek Bhayangkara FC, Jajang Mulyana, kesakitan saat melawan PSIS Semarang pada laga Piala Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta, Selasa (19/2). Akibat kejadian itu Jajang langsung dilarikan ke rumah sakit. (Bola.com/Yoppy Renato)
Bek Bhayangkara FC, Jajang Mulyana, kesakitan saat melawan PSIS Semarang pada laga Piala Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta, Selasa (19/2). Akibat kejadian itu Jajang langsung dilarikan ke rumah sakit. (Bola.com/Yoppy Renato)

Lini belakang Bhayangkara FC bisa dibilang paling komplet. Ada sederet pemain tangguh di sana. Selain pemain asing Anderson Salles, ada juga Indra Kahfi, Hansamu Yama, Jajang Mulyana dan lainnya. Di sektor bek sayap dihuni Putu Gede, Ruben Sanadi, atau Fatchu Rochman. Pelatih Bhayangkara tinggal menunjuk siapa pemain yang paling siap secara fisik dan mental.

Sementara Arema, justru di lini belakang masih tambal sulam. Saat laga pertama, mereka mencoba Hanif Sjahbandi dan Renshi Yamaguchi bergantian jadi stoper. Padahal posisi asli Hanif sendiri adalah gelandang bertahan.

Baru babak kedua bek asing, Sergio Silva dimainkan. Karena bek asal Portugal itu baru hitungan hari gabung Arema. Sehingga dia butuh adaptasi dengan tim dan menyetarakan fisiknya.

Sedangkan di bek sayap, Arema punya Ahmad Alfaizi dan Rizky Dwi Febrianto. Dua pemain ini belum punya pelapis setara. Karena Diego Michiels saat ini masih pemulihan kondisi di Malang. Jadi, di atas kertas, lini belakang Bhayangkara bisa lebih kuat.

.

Tengah

Evan Dimas. (Foto: Bola.com/M iqbal Ichsan)
Evan Dimas. (Foto: Bola.com/M iqbal Ichsan)

Lini tengah Arema harus kehilangan Jayus Hariono di laga ini. Gelandang jangkar itu menjalani hukuman kartu merah yang diterima lawan PSM.

Jadi, Hanif Sjahbandi, Renshi Yamaguchi akan jadi tumpuan lini tengah. Sedangkan di lebar lapangan ada Feby Eka Putra dan Dendi Santoso. Hanya saja Arema tak punya sosok pengatur permainan berteknik tinggi.

Beda dengan Bhayangkara. Mereka punya sederet gelandang kreatif dengan skill di atas rata-rata. Seperti Evan Dimas, Renan Silva, Adam Alis dan lainnya.

Lini tengah Bhayangkara dihuni banyak pemain dengan kemampuan menyerang yang bagus. Sementara Arema punya barisan gelandang yang lebih banyak bertahan.

Depan

Unggul materi kualitas pemain, Bhayangkara FC mengambil inisiatif untuk melakukan serangan di menit-menit awal. Upaya yang dilakukan membuahkan hasil pada menit ke-8 lewat sepakan Ezechiel N’Douassel yang berhasil menjebol gawang Persiraja. (Foto: Bola.com/M iqbal Ichsan)
Unggul materi kualitas pemain, Bhayangkara FC mengambil inisiatif untuk melakukan serangan di menit-menit awal. Upaya yang dilakukan membuahkan hasil pada menit ke-8 lewat sepakan Ezechiel N’Douassel yang berhasil menjebol gawang Persiraja. (Foto: Bola.com/M iqbal Ichsan)

Jika adu tajam, Bhayangkara masih lebih unggul. Striker mereka, Ezechiel N’Douassel sementara memimpin daftar top skorer dengan torehan dua golnya. Mantan bomber Persib Bandung ini dikenal sebagai striker yang komplet.

Postur tangguh untuk bola atas, kuat menahan bola dan punya skill. Hampir semua pemain belakang di Indonesia sepakat memasukkan striker yang satu ini ke daftar pemain yang sulit dihadapi. Selain N’Douassel, Bhayangkara masih punya Dendy Sulistyawan, Osas Saha dan Titan Agung.

Sedangkan Arema, sebenarnya lini depannya juga tak kalah mentereng. Selain Carlos Fortes yang baru didatangkan dari Liga 2 Portugal, tiga penyerang lain punya label timnas. Dedik Setiawan, Kushedya Hari Yudo dan M. Rafli. Persoalannya, para penyerang itu belum menemukan chemistry satu sama lain.

Sehingga mereka masih tumpul. Ada kemungkinan lini depan Arema bangkit ketika lawan Bhayangkara. Mereka ingin membuktikan jika persoalan finishing touch yang jadi sorotan sejak persiapan sudah teratasi.

Yuk Lihat Tabel Persaingan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel