Duel Bintang Arema FC Vs Persikabo 1973: Secuil Kisah Historis Kushedya Hari Yudo dan Wawan Febrianto dengan Tim Lawan

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Solo - Membahas pertandingan pertama Grup A Piala Menpora 2021 antara Arema FC dan Persikabo 1973 yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021), dan ditayangkan secara langsung oleh Indosiar, rasanya tidak lengkap jika tidak menyinggung pemain bintang dari masing-masing tim. Dalam laga pembuka Piala Menpora 2021 ini, peran pemain tersebut akan sangat sentral.

Arema FC punya Kushedya Hari Yudo, sementara di kubu Persikabo 1973 ada Wawan Febrianto yang masih pantas menyandang predikat sebagai pemain bintang di klub yang sebenarnya bermarkas di Bogor itu. Satu hal yang menarik, kedua pemain ini memiliki historis dengan tim lawan.

Yudo memiliki historis bagus ketika melawan Persikabo 1973. Musim lalu, Yudo dua kali menjebol gawang Laskar Padjajaran dalam laga pekan pertama Liga 1 2020 dan membawa Singo Edan menang 2-0. Momen itu menjadi titik balik bagi striker berusia 27 tahun itu.

Yudo menjadi pujaan Aremania. Tim pelatih Timnas Indonesia pun meliriknya. Hasilnya, dia dipanggil mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia pada pertengahan 2020. Beberapa waktu lalu Yudo juga dipanggil mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia proyeksi SEA Games 2021 itu.

Singkat cerita, laga melawan Persikabo pada tahun lalu menjadi pertanda Yudo memasuki masa emas kariernya di dunia sepak bola profesional. Padahal Yudo sempat tidak percaya diri bisa bermain di Liga 1, mengingat tiga tahun lalu dia masih bermain di Liga 2. Bahkan Yudo pernah bermain di Liga Nusantara yang menjadi kasta terendah kompetisi Indonesia.

"Saya sempat tidak yakin bisa bermain di Liga 1. Tapi, ternyata Alhamdulillah saya bisa bersaing," tegasnya.

Kini dia akan merasakan kembali pertandingan yang pernah mengubah kariernya secara drastis. Posisi Yudo sekarang lebih percaya diri. Dia berlabel pemain Timnas Indonesia dan tidak segan mengutarakan target mencetak gol dalam setiap pertandingan untuk membuka peluang menjadi top scorer dalam turnamen ini.

"Siapa yang tidak ingin menjadi top scorer? Saya ingin mencetak gol dalam setiap pertandingan. Sekarang hanya tinggal menunggu instruksi pelatih mau bermain seperti apa," ujar striker Arema FC itu.

Cerita Wawan Febrianto dengan Arema

3. Wawan Febrianto (Tira Persikabo) - Gelandang berusia 25 tahun ini tampil apik bersama Tira Persikabo di musim ini. Wawan terlibat dalam 15 laga Tira Persikabo dengan torehan enam gol dan lima assists. (Bola.com/Yoppy Renato)
3. Wawan Febrianto (Tira Persikabo) - Gelandang berusia 25 tahun ini tampil apik bersama Tira Persikabo di musim ini. Wawan terlibat dalam 15 laga Tira Persikabo dengan torehan enam gol dan lima assists. (Bola.com/Yoppy Renato)

Sementara di Persikabo 1973, Wawan Febrianto punya cerita lain dengan Arema FC. Pada awal musim 2020, Wawan dikabarkan bakal menjadi pemain baru Arema. Manajemen tim berjulukan Singo Edan itu mengutarakan niatnya untuk mengontrak gelandang serang ini.

Wawan Febrianto juga tertarik untuk berseragam Arema FC. Dia sempat mencari informasi terkait tempat tinggal di Malang.

Sayangnya, rencana kepindahan itu gagal. Persikabo 1973 tidak melepasnya. Statusnya sebagai anggota TNI membuat Wawan harus mengabdi lebih lama di sana. Wawan pun hanya bisa mengungkapkan rasa kecewa lewat unggahan status di akun Instagram miliknya. Arema FC pun memutuskan merekrut Yudo dari PSS Sleman, yang ternyata justru moncer bersama Singo Edan.

Tapi, cerita itu sudah berlalu. Namun, tidak menutup kemungkinan Wawan masih memendam hasrat ingin direkrut oleh Arema FC. Caranya tentu dengan tampil bagus dalam pertandingan ini. Jika berhasil mengobrak-abrik pertahanan Arema, pemain berusia 27 tahun ini bisa saja masuk daftar pemain buruan Singo Edan lagi.

Video