Duel Kapten Arema FC Vs Persebaya di BRI Liga 1: Adu Peran Sesama Putra Daerah

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Solo - Ada yang menarik dalam duel Arema FC kontra Persebaya Surabaya pada laga pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022, Sabtu (6/11/2021). Kedua tim sama-sama dipimpin oleh putra daerah sebagai kapten, Ahmad Alfarizi di Arema FC dan Rachmat Irianto di Persebaya Surabaya.

Dua nama itu seperti menjadi representasi masing-masing klub di BRI Liga 1 2021/2022. Alfarizi dibina oleh Arema sejak masih di tim akademi.

Sementara Rian, sapaan karib Rachmat Irianto, merupakan putra legenda Persebaya, Bejo Sugiantoro. Hal tersebut membuat keduanya sangat lekat dengan klub masing-masing.

Dalam laga ini, keduanya seakan memanggul beban paling berat. Pertama, Alfarizi dan Rian harus memimpin rekan-rekannya di lapangan.

Kedua, membawa beban wajib menang yang dititipkan suporter. Laga pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022 ini memang menjadi adu gengsi bagi Aremania dan Bonek, terutama karena kedua suporter memiliki rivalitas yang tinggi.

vidio:Half Time Show: Masa Depan Cerah Timnas Indonesia Bersama Shin Tae-yong dan Polemik VAR di BRI Liga 1

Pengalaman Alfarizi

Kapten Arema FC, Ahmad Alfarizi. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Kapten Arema FC, Ahmad Alfarizi. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Jika melihat dari segi senioritas, Alfarizi sudah terbiasa dengan beban seperti ini. Musim 2017, dia sempat ditunjuk menjadi kapten tim, sehingga pengalaman menjadi modal yang sudah dimilikinya.

Saat ini, Alfarizi menjadi satu di antara beberapa pemain paling senior dan lama berada di tim Singo Edan. Tidak terlalu sulit baginya untuk membakar semangat rekan-rekannya, karena Alfarizi sudah menjadi panutan di dalam tim.

"Kali ini tim Arema punya semangat juang yang lebih tinggi di setiap pertandingannya," tegas pemain yang mengenakan nomor punggung 87 di Arema FC itu.

Gelora Muda Rian

Rachmat Irianto - Pemain asli Surabaya ini adalah anak dari legenda Bajul Ijo, Bejo Sugiantoro. Jebolan tim Indonesia Muda Surabaya ini kini menjabat sebagi kapten di sepanjang gelaran Piala Menpora 2021. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Rachmat Irianto - Pemain asli Surabaya ini adalah anak dari legenda Bajul Ijo, Bejo Sugiantoro. Jebolan tim Indonesia Muda Surabaya ini kini menjabat sebagi kapten di sepanjang gelaran Piala Menpora 2021. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Sementara Rian, baru musim ini dia menjadi kapten utamanya. Dia termasuk masih muda untuk menjabat sebagai kapten tim, 22 tahun. Posisinya di tim cukup sentral, sebagai gelandang jangkat.

Sebenarnya sejak musim lalu, ketika kapten utama absen, Rian beberapa kali menjadi kapten pengganti. Tapi, musim ini dia mendapatkan jabatan sebagai kapten utama.

Sebenarnya Persebaya masih punya beberapa pemain senior, seperti Arif Satria, Samsul Arif, dan lainnya. Namun, tim berjulukan Bajul Ijo ini sepertinya punya pertimbangan berbeda dalam penunjukkan kapten pada musim ini.

Rian dianggap sudah menjadi simbol pemain khas Surabaya. Tinggal bagaimana dia menghilangkan rasa canggung ketika harus memimpin pemain yang lebih senior.

Rian sebenarnya sempat menjadi kapten Timnas Indonesia U-23. Namun, tim tersebut berisi pemain-pemain dengan usia yang setara, sehingga tidak ada tantangan menghadapi rekan yang lebih senior.

Sama-sama Ditunjuk Aji Santoso

Aji Santoso. (Bola.com/Dody Iryawan)
Aji Santoso. (Bola.com/Dody Iryawan)

Ada yang menarik dari jabatan kapten Alfarizi dan Rachmat Irianto. Keduanya sama-sama ada historis dengan Aji Santoso. Musim 2017, Aji menjadi pelatih Arema FC dan kali pertama menunjuk Alfarizi sebagai kapten tim. Padahal waktu itu di Arema masih ada pemain senior seperti Cristian Gonzales dan lainnya.

Namun, Aji melihat Alfarizi mampu menjalankan peran kapten ini karena dia melihatnya bisa jadi contoh bagi pemain lain ketika berjuang tanpa lelah di lapangan. Selain itu, Alfarizi putra daerah dan produk binaan Akademi Arema. Tapi, setelah Aji pergi, musim selanjutnya Alfarizi jadi wakil kapten. Baru musim ini dia ditunjuk lagi oleh manajemen.

Proses penunjukan ini sama seperti Rian di Persebaya. Meski usianya baru 22 tahun, Aji melihat ada kemampuan dalam dirinya.

“Saya tidak membedakan pemain dari segi usia. Yang terpenting dia bisa jadi contoh bagi pemain lain. Baik di dalam maupun luar lapangan,” tegas Aji.

Posisi Arema dan Persebaya di BRI Liga 1 Saat Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel