Duel Pelatih Bali United vs Bhayangkara FC di BRI Liga 1: Adu Taktik Setelah Alami Kekalahan Perdana

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Dua tim papan atas akan saling jegal dalam lanjutan pekan kedelapan BRI Liga 1 2021/2022, antara Bali United melawan Bhayangkara FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (22/10/2021).

Kedua tim adalah sama-sama menyandang predikat tim juara. Bali United adalah juara bertahan untuk musim 2019, sedangkan Bhayangkara FC merupakan kampiun Liga 1 edisi tahun 2017.

Adapun saat ini Bhayangkara FC dalam posisi yang lebih baik dari Bali United di papan klasemen sementara. Ezechiel N'Douassel dkk. berada di peringkat kedua setelah digeser PSIS Semarang. Mereka punya nilai 16 atau unggul empat angka dari Bali United.

Hal yang menarik adalah kedua tim sedang dalam situasi baru saja menelan kekalahan pertamanya di musim ini. Bali United kalah dari PSM Makassar, sementara Bhayangkara FC menyerah dari Persib Bandung.

Tentu laga nanti menjadi ajang masing-masing tim untuk bangkit dan kembali ke ke jalur kemenangan. Pengaruh terbesar akan datang dari pelatih masing-masing untuk beradu strategi. Duel taktik Stefano Cugurra di Bali United dan Paul Munster di Bhayangkara FC akan mencuri perhatian tersendiri.

Berikut ulasan menarik tentang duel pelatih Stefano Cugurra kontra Paul Munster versi Bola.com:

Taktik Brilian

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, saat melawan Persija Jakarta pada laga Piala Indonesia 2019 di Stadion Wibawa Mukti, Minggu (5/5). Persija menang 1-0 atas Bali United. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, saat melawan Persija Jakarta pada laga Piala Indonesia 2019 di Stadion Wibawa Mukti, Minggu (5/5). Persija menang 1-0 atas Bali United. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Nama Stefano Cugurra atau Teco jelas tidak perlu diragukan lagi reputasinya sebagai pelatih hebat. Pria asal Brasil itu mempersembahkan gelar juara Liga 1 untuk Persija Jakarta dan Bali United yang merupakan timnya saat ini.

Teco berhasil membawa perubahan besar bagi Bali United sebagai tim kuat dan berkarakter. Konsistensi tim berjulukan Serdadu Tridatu terbukti, membuat lawan-lawannya cukup kesulitan untuk mengalahkannya.

Hingga membuat Bali United di kenal sebagai tim dengan mental juara. Seringkali Bali United tertinggal terlebih dahulu dalam pertandingan. Namun dapat bangkit bahkan membalikkan keadaan untuk menang.

Selain punya taktik brilian, Teco diuntungkan dengan banyaknya stok pemain mumpuni di Bali United. Deretan pemain asing berkualitas hingga produk dalam negeri yang tak kalah sangar, menjadi gambaran kekuatan Bali United.

Namun kekalahan dari PSM Makassar di laga sebelumnya, seolah menjadi cambuk baginya. Kecolongan dua gol dari PSM membuat Teco wajib meningkatkan konsentrasi timnya, khusunya lini belakang.

Teco kemungkinan besar akan kembali mengandalkan komposisi terbaiknya seperti Willian Pacheco, Rizky Pellu, Melvin Platje, dan bomber mematikan Ilija Spasojevic. Teco juga bakal memainkan Nadeo Argawinata untuk mengisi peran Wawan Hendrawan yang terkena kartu merah di partai sebelumnya.

Tangan Dingin

Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster di pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)
Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster di pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Posisi Bhayangkara FC di papan klasemen untuk sementara digeser PSIS Semarang, namun bisa kembali diambil alih jika mampu mengatasi Bali United. Situasi Bhayangkara FC sebenarmya juga tidak jauh berbeda dengan Bali United yang akan menjadi lawannya.

Yakni sama-sama baru saja menelan kekalahan perdana di BRI Liga 1. Bhayangkara FC kalah dua gol tanpa balas dari Persib Bandung di Magelang beberapa waktu lalu.

Hasil yang ikut menjadi cambuk bagi The Guardian (julukan Bhayangkara FC), betapa pentingnya konsentrasi meredam serangan lawan. Karena Bhayangkara FC sering dikenal punya sistem pertahanan yang sulit ditembus.

Terlepas dari hasil minor di partai terakhir, penampilan impresif Bhayangkara FC tidak lepas dari tangan dingin Paul Munster. Pelatih asal Irlandia Utara yang masih cukup muda, 39 tahun.

Ia dipercaya membesut Bhayangkara FC pada pertengahan musim 2019, menggantikan posisi Alfredo Vera. Namun jangan salah, Bhayangkara FC menjadi tim yang penuh karakter di bawah naungannya.

Ia mampu memaksimalkan potensi dari nama besar para pemainnya. Bhayangkara FC yang mendapat predikat tim bertabur bintang, mampu membuktikan diri konsisten di papan atas.

Seperti biasa, Paul Munster akan kembali memasang pemain-pemain andalannya seperti Anderson Salles, Hansamu Yama, Renan Silva, Evan Dimas, dan striker haus gol Ezechiel N'Douassel.

Persaingan Bali United dan Bhayangkara FC di BRI Liga 1

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel