Duel Pelatih Bhayangkara FC Vs Persiraja di BRI Liga 1: Adu Taktik dan Pengalaman

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 juga akan diwarnai pertandingan yang tidak kalah menarik, antara Bhayangkara FC melawan Persiraja Banda Aceh di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (29/8/2021).

Duel Bhayangkara FC kontra Persiraja diprediksi akan berjalan sengit, meski terdapat perbedaan kualitas secara materi pemain. Bhayangkara FC dengan segala potensi yang dimilikinya, banyak terdapat deretan pemain besar.

The Guardians (julukan Bhayangkara FC) di atas kertas bakal lebih diunggulkan ketimbang Persiraja. Status tim bertabur bintang melekat kuat dengan adanya pemain seperti Evan Dimas, Adam Alis, Hansamu Yama, dan sederet pemain asingnya.

Ditambah tren Bhayangkara FC yang selalu masuk posisi lima besar selama tampil di Liga 1 sejak 2017, bahkan menjadi juara pada musim tersebut. Sementara itu, Persiraja adalah debutan di kasta tertinggi dan banyak ditinggal pemain pilarnya.

Selain duel permainan di atas lapangan, satu diantara penentunya adalah racikan taktik dari pelatih. Bhayangkara FC masih dikendalikan Paul Munster, sementara Persiraja dengan pelatih lamanya Hendri Susilo.

Keduanya jelas memiliki kemampuan dan ciri khas masing-masing, serta pengalaman sebagai bekalnya. Cukup menarik melihat duel strategi dari kedua pelatih tersebut dalam pertandingan sengit BRI Liga 1 di Tangerang nanti.

Tangan Dingin

Pelatih Bhayangkara Solo FC, Paul Munster di sela-sela sesi latihan di Stadion UNS, Senin (31/5/2021). (Dok Bhayangkara Solo FC)
Pelatih Bhayangkara Solo FC, Paul Munster di sela-sela sesi latihan di Stadion UNS, Senin (31/5/2021). (Dok Bhayangkara Solo FC)

Penampilan impresif Bhayangkara FC tidak lepas dari tangan dingin Paul Munster. Pelatih asal Irlandia Utara itu masih cukup muda, yakni 39 tahun.

Ia dipercaya membesut Bhayangkara FC pada pertengahan 2019, menggantikan posisi Alfredo Vera. Namun jangan salah, Bhayangkara FC menjadi tim yang penuh karakter di bawah naungannya.

Dia mengawali karier sebagai pelatih pada 2012. Munster ditunjuk untuk menangani Assyriska BK di Divisi Sepak Bola Swedia. Pada musim berikutnya ia diangkat menjadi manajer Orebro Syrianska IF di Divisi 1.

Ia juga sempat ditunjuk menjadi pelatih Timnas Vanuatu hingga akhirnya direkrut The Guardians (pelatih Bhayangkara FC). Prestasi musim pertamanya cukup apik, dengan sukses finis di urutan empat klasemen akhir Liga 1 2019.

Ia dipertahankan untuk kembali membesut Bhayangkara FC pada 2020, sebelum kompetisi digugurkan akibat pandemi COVID-19. Serta turnamen pramusim Piala Menpora 2021, meski dengan hasil kurang maksimal.

Munster akan kembali membuat Bhayangkara FC tampil garang di BRI Liga 1. Kini ia akan kembali meramu komposisi pemain, taktik, dan strategi terbaiknya agar tidak terpeleset pada pekan pertama.

Tak Kalah Pengalaman

Pelatih Persiraja Banda Aceh, Hendri Susilo, saat melawan Persib Bandung pada laga Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Jumat, (2/4/2021).  (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih Persiraja Banda Aceh, Hendri Susilo, saat melawan Persib Bandung pada laga Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Jumat, (2/4/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Hendri Susilo bukan pelatih papan atas di Indonesia. Arsitek berusia 55 tahun itu lebih banyak menangani tim di kasta kedua. Prestasi terbaik Hendri Susilo di Persiraja adalah berhasil membawa timnya promosi ke Liga 1 2020.

Selain Laskar Rencong, pelatih kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat itu juga pernah memoles Timnas Indonesia U-17 pada 2017 dan Persisam Samarinda pada 2010-2012. Sehingga ia turut dibekali pengalaman yang cukup.

Hanya saja, Hendri Susilo sebenarnya ilegal untuk melatih di BRI Liga 1. Adalah karena lisensinya tidak memenuhi syarat. Dia baru memiliki lisensi A AFC. Adapun untuk berkarier di Liga 1 musim ini harus memiliki A AFC.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) kabarnya memenuhi permintaan Persiraja Banda Aceh terkait lisensi pelatihnya itu. Pasalnya, Hendri Susilo sempat mengikuti lisensi kepelatihan AFC Pro pada tahun lalu, namun tertunda akibat pandemi COVID-19.

Di sisi lain, sosok Hendri Susilo akan menjadi penentu performa Persiraja. Seperti yang sudah diperlihatkan pada turnamen pramusim Piala Menpora 2021 yang menjadi ajang pemanasan. Persiraja sempat menjadi kuda hitam dan cukup produktif mencetak gol.

Namun situasinya sekarang, banyak pemain kuncinya yang lepas dan hijrah ke klub lain. Diketahui mayoritas penggawa Persiraja musim lalu pindah ke Persis Solo, seperti Ganjar Mukti, Miftahul Hamdi, hingga striker Assanur Rijal Torres.

Hendri Susilo akan memaksimalkan potensi pemain andalannya seperti Muhammad Roby, Mukhlis Nakata. Atau empat legiun asing yakni Leo Lelis, Vanja Markovic, Shori Murata, dan Paulo Henrique.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel