Duel Pelatih Persita Vs PSM di BRI Liga 1: Widodo di Trek Benar, Milomir Seslija Mulai Menuai Sorotan

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Solo - Persita Tangerang dan PSM Makassar berpeluang merangsek ke papan atas BRI Liga 1. Kedua tim saat ini sama-sama mengoleksi 13 poin atau hanya tertinggal dua angka dari peringkat lima, Bali United.

Itulah mengapa, jika ingin berada di jalur persaingan meraih trofi juara musim ini, skuad Pendekar Cisadane dan Juku Eja harus saling mengalahkan saat bentrok pada laga pekan ke sepuluh di Stadion Manahan Solo, Senin (1/11/2021).

Bila hasil lima laga terakhir jadi acuan, penampilan Persita lebih stabil dari PSM. Tim asuhan Widodo Cahyono Putro tak pernah mengalami kekalahan dengan raihan satu kemenangan dan empat kali imbang.

Sementara Milomir Seslija harus bekerja keras menemukan formula yang pas untuk membuat penampilan timnya lebih konsisten. Dari lima laga, PSM tercatat dua kali bermain imbang, dua kalah dan hanya sekali meraup kemenangan.

Raihan sementara ini membuat posisi Widodo terbilang aman dari sorotan. Eks striker tim nasional Indonesia ini juga dinilai mampu mengoptimalkan kemampuan timnya yang didominasi pemain muda. Lain halnya dengan Milo, sapaan akrab Milomir Seslija.

Pelatih asal Bosnia belakangan mulai mendapat sorotan menyusul inkonsistensi penampilan tim asuhannya.Termasuk dari mantan pelatih PSM Makassar, Syamsuddin Umar.

Di mata Syamsuddin yang pernah membawa skuad Juku Eja meraih trofi juara Perserikatan 1992 dan Liga Indonesia 1999/2000, strategi Milo sudah mulai terbaca tim pesaing karena rotasi pemain tak berjalan optimal.

Memarkir Anco Jansen?

PSM Makassar - Milomir Seslija (Bola.com/Adreanus Titus)
PSM Makassar - Milomir Seslija (Bola.com/Adreanus Titus)

Secara khusus, Syamsuddin menyoroti kinerja striker Anco Jansen yang dinilainya tak mampu memerankan tugasnya sebagai tombak utama Juku Eja.

"Jansen terlihat lebih banyak berperan sebagai gelandang serang. Padahal, peran itu lebih pas diemban oleh (Wiljan) Pluim. Ini tugas Milo untuk mengotimalkan kemampuan pemain sesuai fungsi masing-masing," tegas Syamsuddin.

Hal senada dikatakan Andi Coklat, eks jenderal lapangan The Maczman, sudah saatnya Milo memarkir Jansen. Ia merujuk sukses PSM menekuk Bali United dengan skor 2-1. Saat itu, Jansen absen karena akumulasi kartu.

Perannya sebagai striker dilakoni Saldi Amiruddin yang kemudian diganti oleh Azka Fauzi. Hasilnya, Azka mampu mencetak gol pembuka PSM Makassar di babak kedua.

"Kalau Milo masih memainkan strategi yang sama, bukan tak mungkin PSM kembali gagal meraih hasil maksimal pada laga nanti," papar Andi Coklat.

Rekam Jejak Widodo dan Milo

Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro, saat sesi latihan jelang laga Shopee Liga 1 di Stadion Sport Center Tangerang, Kamis, (5/3/2020). Persita akan berhadapan dengan PSM Makassar. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro, saat sesi latihan jelang laga Shopee Liga 1 di Stadion Sport Center Tangerang, Kamis, (5/3/2020). Persita akan berhadapan dengan PSM Makassar. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Prestasi terbaik Widodo sebagai pelatih terjadi pada Liga 1 2017. Ia masuk menggantikan peran Hans Peter Schaller yang dipecat karena gagal membuat Bali United berpestasi.

Widodo mampu membuat Serdadu Tridatu menjadi momok menakutkan lawan dengan menjadi tim paling produktif yakni 76 gol dalam 34 partai.

Striker Bali United, Sylvano Comvalius pun mencetak sejarah baru dengan menjadi top skorer terbaik dalam sejarah Liga Indonesia dengan mencetak 37 gol dalam semusim.

Bali United pun sejatinya meraih trofi juara andai Bhayangkara FC tidak mendapat 'tambahan' dua poin setelah komisi disiplin PSSI menjatuhkan sanksi kepada Mitra Kukar yang dianggap lalai karena menurunkan Mohamed Sissoko yang terkena larangan tampil dua laga. Mitra pun dinyatakan kalah 0-3.

Seperti diketahui, sebelumnya duel Mitra Kukar dan Bhayangkara FC berakhir imbang 1-1.Bhayangkara pun akhirnya meraih trofi juara setelah unggul head to head dengan Bali United yang sama-sama mengoleksi poin 68.

Namun, bulan madu Widodo bersama Bali United berakhir pada Liga 1 2018 menyusul tiga kekalahan beruntun yang dialami Serdadu Tridatu. Widodo pun dipinang Persita Tangerang yang brkiprah di Liga 2 2019.

Hasilnya, Pendekar Cisadane mampu menjadi satu dari tiga klub yang berhasil promosi ke Liga 1. Dua lainnya adalah Persik Kediri dan Persiraja Banda Aceh.

Sedangkan Milo dikenal sebagai pelatih spesial turnamen. Bersama Arema FC, Milo meraih trofi juara Bali Island Cup, Bhayangkara Cup, dan Piala Presiden. Sementara di Liga 1, Milo tak bersinar.

Ketika menangani Persiba Balikpapan di Liga 1 2017, ia meninggalkan tim dan sempat menghilang. Padahal Tim Beruang Madu sangat membutuhkannya demi lepas dari zona degradasi. Sementara itu di Madura United, Milo diberhentikan di tengah jalan dan digantikan oleh Gomes de Oliveira.

Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel