Dugaan Gratifikasi Lili Pintauli, Komisi III: Tidak Ada yang Kebal Hukum

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus dugaan pelanggaran etik oleh Lili Pintauli Siregar dihentikan Dewan Pengawas KPK. Kasus gratifikasi yang tengah diusut dihentikan karena Lili mundur sebagai pimpinan KPK.

Menurut anggota Komisi III DPR RI Didik Mukrianto, supremasi hukum harus ditegakkan dalam konteks Indonesia sebagai negara hukum. Di mata hukum tidak ada yang kebal.

"Dalam konteks Indonesia sebagai negara hukum, supremasi hukum harus dijunjung tinggi. Kesamaan kedudukan di mata hukum menjadi hak setiap warga negara, sehingga tidak boleh ada satu warga negara pun yang kebal hukum," ujar Didik melalui pesan singkat, Jumat (15/7).

Didik memandang, bila ada bukti awal yang cukup atas dugaan gratifikasi Lili, maka penegak hukum bisa melakukan penindakan.

"Jika ada dugaan pelanggaran hukum dan ada bukti-bukti awal yang cukup, saya rasa aparat penegak hukum bisa melakukan tindakan penegakan hukum," ujar politikus Demokrat ini.

Pahami Keputusan Dewan Pengawas

Sementara itu, Didik mengaku bisa memahami sepenuhnya keputusan Dewas KPK menghentikan kasus tersebut. Sebab kode etik yang diusut berlaku kepada pegawai KPK.

"Artinya bahwa kode etik KPK dibuat dan diberlakukan sebagai panduan para pimpinan dan pegawai KPK. Secara common sense karena Bu Lili P sudah mengundurkan diri dari pimpinan KPK, maka sidang pelanggaran etiknya tidak perlu dilanjutkan," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tumpak Hatorangan Panggabean memutuskan persidangan dugaan pelanggaran etik Wakil Ketua Lili Pintauli Siregar tak dilanjutkan. Pasalnya, surat pengunduran diri Lili Pintauli sudah disetujui dan ditandatangani Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

"Maka terperiksa tidak lagi berstatus sebagai insan komisi, sehingga dugaan pelanggaran etik tidak dapat dipertanggungjawabkan lagi. Dengan demikian cukup alasan untuk menyatakan persidangan etik gugur dan tidak dilanjutkan persidangan etik," ujar Tumpak dalam sidang etik, Senin (11/7). [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel