Dugaan Kartel Kremasi, Wagub Riza Minta Swasta Ambil Untung yang Wajar

·Bacaan 1 menit

VIVA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria turut mengomentari adanya dugaan kartel kremasi di Ibu Kota. Kartel kremasi ini mematok harga hingga puluhan juta terhadap jenazah COVID-19.

Riza mengatakan, kartel kremasi ini tidak boleh terus menerus terjadi. Sebab, dia menegaskan, Pandemi COVID-19 telah menyababkan masyarakat berada di tengah masa-masa sulit.

"Terkait kartel kremasi jadi pada kesempatan ini kami sampaikan kepada seluruh pihak swasta, yayasan atau kelompok masyarakat yamg memiliki usaha kremasi mohon ini di masa sulit seperti ini," tegas dia di Jakarta, Selasa, 20 Juli 2021.

Di tengah musibah Pandemi COVID-19, Riza meminta kepada siapapun supaya tidak memanfaatkan keadaan dengan mencari keuntungan yang tidak wajar. Apalagi terhadap korban Virus Corona.

"Adanya virus yang merupakan musibah bagi kita semua mohon semua jangan mencoba mencari keuntungan yang berlebihan di masa pandemi ini dengan matok tarif harga yang di luar kewajaran," ungkap Riza.

Untuk itu, Riza meminta kepada seluruh pengelola tempat pembakaran jenazah di DKI Jakarta untuk memberikan tarif layanan yang wajar dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.

Baca juga: Kepala BPKH: Tahun Ini Manfaat Dana Kelola Haji Capai Rp8 Triliun

"Jadi kami minta pihak swasta, pihak yayasan manapun yang memiliki usaha kremasi supaya membuat tarif harga yang wajar, yang sesuai, yang terjangkau. Justru kita harapkan bisa membantu sesama kita yan sedang sulit, bukan sebaliknya," tegasnya.

Riza mengakui, kondisi ini juga tidak terlepas dari tidak adanya tempat kremasi yang dimiliki oleh Pemerintahan Provinsi. Karena itu, dia mengatakan, pemprov tengah mempelajari kemungkinan pengadaan tempat kremasi.

"Ini sedang dipelajari. Pemprov tidak punya tempat kremasi, sedang dipelajari supaya kita bisa mengendalikan dengan baik. Memberikan harga yang terjangkau bagi masyarakar ke depannya, sedang dipelajari," tutur dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel