Dugaan Korupsi di Garuda Indonesia Tak Hanya Terkait Pesawat ATR 72-600

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, masih ada kemungkinan kontrak sewa pesawat di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang terindikasi dugaan korupsi selain penyewaan jenis ATR 72-600.

"Yang kemarin kita berikan ATR 72-600. kalau ditanya Apakah jenis pesawat lain terindikasi kemungkinan itu ada. Dulu awalnya diselidiki mengenai Airbus dan mesinnya Rolls-Royce itu," kata Erick Thohir dalam konferensi pers, CXO Media, Rabu (12/1/2022).

Kika dilihat secara konteks menyeluruh terdapat perbandingan antara industri atau penerbangan Indonesia dengan negara lain, harga penyewaan pesawat menarik untuk dilihat.

Dimana bunga sewa pesawat Garuda Indonesia mencapai 28 persen. Sedangkan rata-rata bunga sewa di pasar global hanya menyentuh 8 persen.

"Ketika biaya sewa pesawatnya itu jauh lebih mahal dari negara-negara lain itu 28 persen, global 8 persen, berarti ada 20 persen (beda). Nah kalau itu kemahalan," ujarnya.

Sebenarnya hal yang wajar jika bunga sewa pesawat mahal apabila fasilitas didalam pesawatnya juga mumpuni, misalnya tempat duduk, hingga dapurnya bagus.

Namun, menurut Erick yang menarik dari dugaan korupsi penyewaan pesawat ATR 72-600 adalah hasil audit investigasi. Ternyata ada proses bisnis atau pengadaan pesawat yang di dalamnya tanpa dilengkapi business plan.

"Pesawatnya dulu dibeli baru bicara rute, nah sedangkan kan argumentasinya kalau kita benchmarking Indonesia dengan negara-negara lain contoh yang paling gampang Amerika. Amerika itu banyak maskapai penerbangannya hanya fokus di Amerika. Kenapa? market besar Indonesia kan mirip sama Amerika dalam arti jumlah penduduknya tetapi yang membedakan kita lebih menarik, kita negara kepulauan," jelas Erick.

Artinya, pasar penerbangan Indonesia lebih besar. Lanjut dari dugaan tersebut, Erick melihat apakah penyewaan pesawat itu cocok dengan keadaan di Indonesia atau tidak.

"Nah dari situ terlihat banyak sekali pengadaan pesawat terbang di Garuda itu terindikasi (korupsi)," pungkas Erick.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Erick Thohir Laporkan Dugaan Korupsi Garuda Indonesia

Menteri BUMN Erick Thohir (kanan batik) dan Jaksa Agung ST Burhanuddin (kiri) di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan. Keduanya duduk bersama di Kantor Jaksa Agung. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan batik) dan Jaksa Agung ST Burhanuddin (kiri) di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan. Keduanya duduk bersama di Kantor Jaksa Agung. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Menteri BUMN Erick Thohir menyambangi Kejaksaan Agung RI guna menyerahkan data tambahan terkait dugaan korupsi di Garuda Indonesia. Khususnya, kali ini mengenai penyewaan pesawat jenis ATR 72-600.

"Garuda Indonesia ini kan lagi proses restrikturisasi, tapi kita ketahui juga ada data valid, memang dalam pesawat terbang dan leasing ada indikasi korupsi dengan merek yang berbeda khususnya hari ini adalah ATR 72-600," katanya saat konferensi pers, Selasa (11/1/2022).

Ia menambahkan, kedatangannya ke Kejaksaan Agung RI itu untuk melengkapi data terkait dugaan korupsi tersebut. Ia pun pembantah, tujuan kedatangannya untuk melaporkan personal tertentu.

"Ini rentu kami serahkan bukti-bukti audit investigasi. Bukan tuntutan, karena sekarang era-nya bukan saling nuduh," kata dia.

Kendati begitu, Menteri Erick tak merinci angka kerugian yang dari kasus dugaan korupsi yang menyangkut pesawar ATR 72-600 itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel