Dugaan Korupsi Dishub Batam, Kejari Periksa 22 Saksi dan Tetapkan 1 Tersangka

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Batam - Kejaksaan Negeri Batam menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi di atas Rp11 miliar di lingkungan Dinas Perhubungan kota Batam. Dalam penyelidikan tersebut tim penyidik kejaksaan bidang tindak pidana khusus telah memeriksa 22 saksi termasuk Kepala dinas Perhubungan Kota Batam.

Penyidik kemudian menetapkan Kasi Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Batam berinisial H status tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor).

“Status tersangka Kasi Pengujian Kendaraan Bermotor (Dishub kota Batam) atas adanya dugaan tindak pidana korupsi pengurusan rekomendasi penetapan jenis dan sifat kendaraan tahun 2018-2020 Dishub Kota Batam,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Batam Hendarsyah Yusuf Permana di gedung kejari Batam, Rabu (17/3/2021).

Hendarsyah mengatakan untuk sementara tersangka satu orag, inisial HA. Saat ini tersangka ditahan dan dititipkan di rutan selama 20 hari.

Menurut dia, kasus korupsi pasal yang dikenakan Juncto 55, namun untuk kasus ini belum diketahui sejauh mana peran tersangka, apakah sebagai pelaku utama.

"Untuk secepatnya sidang. Seperti apa dalam pemeriksaan tim Pidsus Kejari Batam menyimpulkan status tersangka atas ada dua alat bukti yang digelar di persidangan, bahwa alat bukti tersebut masuk tindak pidana korupsi," kata Yusuf.

Dia menjelaskan, dalam kasus dugaa korupsi ini ini kerugian negara diperkirakan di atas Rp1 miliar. Sementara ini, Kejari belum dapat memaparkan pasti berapa banyak jumlah barang bukti yang disita oleh Kejari Batam

"Untuk lebih jelasnya kita akan ungkap di persidangan nanti. Kita tunggu hasil persidangannya saja nanti," dia menjelaskan.

Kejari Periksa Mantan Sekdin Pendidikan Kota Batam

Kejari Batam memeriksa 22 saksi dan menetapkan satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Dishub Kota Batam. (Foto: Liputan6.com/Ajang Nurdin)
Kejari Batam memeriksa 22 saksi dan menetapkan satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Dishub Kota Batam. (Foto: Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Batam, Hendar membenarkan adanya pemeriksaan mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam, Rustam Effendi. Namun ia belum bisa menjelaskan secara rinci pemeriksaan itu terkait apa.

"Benar adanya pemeriksaan," ujar Hendar.

Kepala Kejaksaan Negeri Batam, Polin Oktavianus pada Selasa (2/3/2022) Rustam Effendi hadir ke Kejaksaan Negeri Batam untuk memenuhi pemanggilan pemeriksaan penyidikan.

"Iya memang dipanggil terkait kasus korupsi. Sesuai dengan suratnya, penyelidikan sudah naik ke penyidikan," kata Polin.

Polin mengaku masih belum bisa memberikan informasi lebih lanjut terkasih kasus yang menjerat Kadishub Batam.

"Untuk kasusnya apa, saya belum bisa informasikan," dia mengungkapkan.

Terkait pemeriksaan Kejaksaan Negeri Batam tersebut Kadisbub Batam, Rustam Efendi membantah bahwa terkait pemerikasaan tersebut atas dugaan pungutan liar.

"Memenuhi panggilan, untuk koordinasi, " ucap Rustam di Kantor Kejari Batam.

Simak Video Pilihan Berikut Ini: