Dugaan Lelang Jabatan Timnas U-19 Disebut Harus Dibuka ke Publik

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sepakbola Indonesia menutup tahun 2020 dengan kabar yang tak sedap. PSSI didera isu dugaan jual beli jabatan manajer Timnas Indonesia U-19 untuk Piala Dunia U-20.

Posisi ini memang terbilang seksi lantaran bakal digelarnya Piala Dunia U-20 di Tanah Air sendiri. Awalnya Piala Dunia U-20 dijadwalkan pada tahun ini, namun FIFA membatalkan dan mengganti ke tahun 2023.

Meski batal, kabar dugaan lelang jabatan sudah kadung ramai dan menghebohkan publik sepakbola nasional. Kasus ini disebut perlu dibuka ke publik, agar jelas benar atau tidaknya dugaan itu.

Selain itu, untuk membuka seadil-adilnya, dibutuhkan semacam Tim Pencari Fakta (TPF) yang anggotanya diisi oleh orang-orang di luar PSSI.

"Kabar ini kan sudah bergulir di masyarakat, mestinya ya dibuka dan diselidiki kebenarannya. Bukti transaksinya kan sudah telanjur kesebar di masyarakat juga," kata pengamat, Akmal Marhali.

"Kalau tidak gaduh namanya bukan PSSI. Itu sudah biasa dan ini mainan lama sebenarnya. Selama tidak ada TPF atau lembaga etik independen yang memproses kasus ini, selamanya kasus seperti ini akan terus berulang di tubuh PSSI," ucapnya,

Sebelumnya, hebohnya isu lelang jabatan ini diungkap oleh wartawan senior Joseph Erwiyantoro di akun media sosialnya. Ya, dia memang sering mengkritisi kebijakan-kebijakan PSSI lewat tulisan-tulisannya. Hingga kemudian tersebar luas di media sosial.

Dalam tulisannya, ia menyebut, tokoh sepakbola asal Palembang, Sumatera Selatan sekaligus Bupati Musi Banyuasin periode 2017-2022, Dodi Reza Alex Noerdin sudah membayar sekitar Rp1 miliar.

Disebutkan Erwiyantoro pihak PSSI dan Dodi bertemu sampai empat kali. Pertemuan pertama terjadi di Hotel Fairmont, Jakarta. Saat itu Dodi yang ditemani Haris membuka pembicaraan dengan Rudy Kangdra dan Djoko Purwoko.

Rudy Kangdra adalah Direktur Bisnis PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan juga merupakan Direktur Bisnis PSSI. Pertemuan kedua kembali terjadi di tempat yang sama dengan formasi yang juga sama.

Namun masih belum ada kesepakatan untuk menunjuk Dodi sebagai Manajer Timnas. Baru pada pertemuan ketiga akhirnya Dodi dipertemukan dengan Mochamad Iriawan. Pertemuan berlangsung di Restoran Hurricane's Grill, Jakarta.

Pada pertemuan ketiga ini lah disebut Erwiyantoro, disepakati dana sekitar Rp1 miliar ke PSSI. Nilai itu merupakan hasil tawar-menawar antara pihak Dodi dan PSSI. Akan ada penyerahan dana lagi saat Dodi nanti ditunjuk menjadi Manajer Timnas Indonesia U-21.

Pertemuan keempat berlangsung di Kantor PSSI, di Mall FX, Sudirman, Jakarta. Pada kesempatan ini, kata Erwiyantoro, transaksi penyerahan dana Rp1 miliar itu terjadi.

“Cerita itu langsung saya dapat dari Haris lewat telepon. Makanya saya bisa menulisnya secara runtut tentang empat pertemuan mereka plus kwitansi itu karena ini kan bicara uang,” beber Erwiyantoro saat dihubungi.

Sementara itu, PSSI belum bergerak cepat menuntaskan kasus ini. Sejauh ini, tindakan PSSI untuk menyikapi isu memalukan tersebut baru sekadar memanggil dua nama yakni Achmad Haris dan Djoko Purwoko. Namun, ketika dikonfirmasi wartawan, PSSI belum memberikan keterangannya.