Dugaan Pelecehan Nakes kepada Ibu Hamil di Jakarta Diselesaikan Kekeluargaan

·Bacaan 1 menit
Ibu hamil menunggu antrean saat pemeriksaan rutin di Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Jakarta, Kamis (26/11/2020). Stunting disebabkan kurangnya nutrisi sejak bayi dalam kandungan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Kasus dugaan pelecehan verbal yang dilakukan oknum tenaga kesehatan (Nakes) terhadap ibu hamil di salah satu puskesmas wilayah Jakarta Barat telah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Sudah diselesaikan secara kekeluargaan," kata Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Jumat (8/10/2021).

Riza menuturkan, hingga saat ini tidak ada maladministrasi atau malapraktik yang dilakukan nakes tersebut terhadap ibu hamil, namun soal pelecehan verbal masih diperiksa.

"Jadi terkait hal tersebut sampai hari ini tak ada maladministrasi atau malpraktik. Terkait masalah tersebut (pelecehan verbal) dalam proses pemeriksaan," ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Sebelumnya, Dinkes DKI Jakarta menyebutkan tengah melakukan penelusuran terkait adanya video viral di media sosial mengenai dugaan pelecehan yang dilakukan oleh oknum nakes terhadap ibu hamil.

"Tim kami sedang turun lapangan untuk telusuri dan konfirmasi terhadap fakta lapangan yang terjadi," ujar Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes DKI, Purwadi.

Viral di Tiktok

Kasus dugaan adanya pecehan nakes terhadap pasien itu viral setelah dibagikan oleh akun TikTok @stevfannywijaya. Peristiwa itu disebut terjadi di salah satu Puskesmas di Jakarta Barat.

Pengunggah video mengaku sebagai saudara ibu hamil 9 bulan yang diduga dilecehkan oleh nakes.

"Tenaga-tenaga medis tersebut mengatakan seperti ini 'kalau tidak ada suami tidak bisa pakai BPJS, kalau ada suami baru bisa pakai BPJS', dengan nada ketus," tulis @stevfanywijjaya.

Ia mengatakan saat kejadian, ada 3-5 bidan di tempat tersebut. Para nakes itu juga terus mengatakan kata-kata tidak pantas saat pasien sedang mengalami kontraksi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel