Dugaan Pemerkosaan oleh Kades di Garut Baru Penyelidikan

Syahrul Ansyari, Diki Hidayat (Garut)
·Bacaan 1 menit

VIVA - Sudah hampir dua bulan sejak dilaporkan kasus dugaan pemerkosaan terhadap gadis di bawah umur (14 tahun), saat ini proses hukum baru masuk tahap penyelidikan. Kasus dugaan pemerkosaan tersebut dilaporkan keluarga korban sebut saja Mawar, Senin, 7 September 2020, lalu.

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Muhamad Devi Farsawan, mengatakan bahwa setelah memeriksa sejumlah saksi, proses hukum baru masuk pada tahap penyelidikan. Selain memeriksa saksi korban dan sejumlah saksi lain, pihaknya juga memeriksa sejumlah saksi terlapor yang saat ini menjabat Kepala Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Kemarin memeriksa saksi bidan yang menyatakan bahwa korban positif hamil," ujarnya, Selasa, 27 Oktober 2020, kemarin.

Sejumlah tetangga korban mempertanyakan kejelasan kasus yang hingga saat ini masih samar, padahal sebelumnya unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Satreskrim Polres Garut telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Kami kasihan kepada korban, karena sejak kasus ini dilaporkan belum ada kejelasan," kata salah seorang tetangga korban.

Sebelumnya, Senin 7 September 2020, lalu, korban didampingi keluarga dan tokoh masyarakat melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap Mawar yang diduga dilakukan oleh oknum kepala desa di Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut. Dugaan pelecehan seksual tersebut diawali oleh upaya rudapaksa sang oknum kepala desa di rumah korban.

Saat peristiwa terjadi, Selasa, 7 Januari 2020, tersebut kedua orang tua Mawar sedang tidak ada di rumah. Oknum kepala desa datang dan merudapaksa Mawar untuk memuaskan nafsu bejatnya.

"Saya tak kuasa melawan dan hanya bisa menangis," kata Mawar, Selasa, 8 September 2020, lalu.

Baca juga: Tragis, Seorang Bocah Tewas Dibantai Saat Cegah Ibunya Diperkosa