Duh, Ibu Muda Nekat Bunuh Diri Terjun dari Jembatan Bengawan Solo di Sragen

·Bacaan 2 menit

Sragen - AK, 27, seorang ibu muda asal Kecamatan Sukodono, Sragen, nekat mengakhiri nyawanya sendiri. Ia diduga bunuh diri dengan menceburkan diri ke Bengawan Solo dari atas Jembatan Sapen, Kecamatan Gesi, Sragen, Jumat (13/11/2020) siang.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, peristiwa bunuh diri itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Pada saat itu, AK yang belum lama bercerai dengan suaminya, datang ke lokasi dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat.

Seorang tetangganya yang tengah dalam perjalanan menuju Sragen sempat melihat AK di atas Jembatan Sapen dengan sepeda motornya.

Namun, begitu ia kembali, saksi tersebut hanya melihat sepeda motor AK. Saksi tersebut kemudian memberi tahu warga sekitar.

Warga sekitar kemudian berusaha mencari korban. Mereka juga menghubungi Polsek Gesi dan kalangan sukarelawan. Usaha warga mencari ibu muda yang diduga bunuh diri itu akhirnya berhasil.

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

Dugaan Penyebab Bunuh Diri

Ilustrasi Depresi Credit: freepik.com
Ilustrasi Depresi Credit: freepik.com

"Korban ditemukan pada jarak sekitar 100 meter dari lokasi. Ia kemungkinan terjun dari jembatan setinggi sekitar 10 meter. Saat ditemukan, sudah tidak bernyawa. Jenazahnya utuh tanpa luka,” jelas Jadi Mulyanto, tokoh masyarakat setempat, kepada Solopos.com.

Setelah diangkat dari dalam sungai, warga menunggu kedatangan polisi dan sukarelawan. Jajaran Polsek Gesi bersama petugas medis dari puskesmas setempat tiba di lokasi. Hasil pemeriksaan di tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan.

Polisi meminta keterangan sejumlah saksi. Sukarelawan dari PMI Sragen, PSC 119 Sragen, Tagana Bagana, Relawan Ganefo, dan lain-lain juga sempat datang ke lokasi untuk membantu proses evakuasi. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Aksi bunuh diri itu diduga dilatarbelakangi masalah keluarga. AK yang baru bercerai dengan suaminya diduga mengalami tekanan batin. Ia meninggalkan seorang seorang anak perempuan yang baru berusia empat tahun.

“Penyebab pastinya apa kami tidak tahu. Mungkin dia mengalami tekanan batin atas masalah hidup yang dihadapinya,” ujar Jadi.

Dapatkan berita menarik Solopos.com lainnya, di sini:

Simak Video Pilihan Berikut Ini: