Duh, Mobilitas Warga Magetan Masih Tinggi Saat PPKM Darurat

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Magetan - Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana menyatakan, mobilitas masyarakat di Magetan masih tinggi. Ini berdasar hasil evaluasi PPKM Darurat yang telah dilakukan Forkopimda setempat.

"Setelah kita evaluasi bersama Forkopimda, perlu adanya pembatasan - pembatasan di titik tertentu. Yakni seperti di Maospati, Kawedanan, Carat, Cemoro Sewu dan Sukomoro yang berlaku selama 24 jam sehingga dapat mengurangi mobilitas masyarakat,” ujarnya, Selasa (13/7/2021), seperti dikutip dari TimeIndonesia.

Kini, hanya ada beberapa masyarakat Magetan yang boleh melewati jalur yang ditutup tersebut, dengan catatan harus memiliki kepentingan di sektor esensial seperti, kesehatan, logistik, dan keamanan.

"Jika tidak penting sekali jangan keluar rumah dulu, namun masyarakat dapat menghindari titik tersebut dengan mencari jalan alternatif," terangnya.

Warga Terdampak

Endang Pudjiastuti (55), salah satu pedagang di Carat merasa terdampak dengan adanya penutupan tersebut. Menurutnya hal itu cukup memberatkan bagi pedagang untuk berjualan.

"Sekarang jalan-jalan ditutup, kita jualannya jadi sepi, apalagi kita jualannya air galon, otomatis yang beli pedagang minuman. Kalau pedagang minuman banyak yang tidak berjualan atau jualannya tidak laku, kita pun juga tidak ada yang beli," ungkap warga Kabupaten Magetan yang terdampak PPKM Darurat ini.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel