Duh, Perairan Kaltim Rawan Penangkapan Ikan Ilegal dan Penyelundupan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Balikpapan - Perairan di Kalimantan Timur (Kaltim) masih menjadi atensi untuk terus dilakukan pengawasan ketat oleh jajaran Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Kaltim. Hal ini dikarenakan masih rawannya lokasi perairan dari berbagai tindak kriminalitas.

Seperti adanya aktivitas penangkapan ikan ilegal atau illegal fishing dan penyelundupan. Jalur perlintasan peredaran narkoba serta aktivitas ilegal lainnya menjadi perhatian utama jajaran Direktorat Polairud Polda Kaltim.

Hal ini ditekankan oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak dalam kesempatan peringatan HUT ke-71 Korps Polairud, Rabu (1/12/2021). Antisipasi terhadap dua potensi kerawanan tersebut menurut Herry perlu dilakukan secara terus menerus.

"Polair itu mengemban tugas memelihara kamtibmas (keamanan, ketertiban masyarakat) dan mencegah terjadinya kriminalitas. Bahkan melakukan penindakan hukum apabila terjadi kriminalitas," beber Herry.

Saksikan Video Pilihan Ini:

Peningkatan Patroli Polisi

Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak.

Untuk target-target tersebut, menurut Herry, kegiatan patroli perairan akan tetap dioptimalkan.

"Jadi yang utama itu, illegal fishing dan kedua narkotika. Nah itu yang menjadi perhatian utama kita," dia menegaskan.

Peringatan HUT Polairud

(Foto:Dok.Kementerian Pertanian RI)
(Foto:Dok.Kementerian Pertanian RI)

Peringatan HUT ke-71 Korps Polairud di Kaltim sendiri dipusatkan di Mako Direktorat Polairud Polda Kaltim yang berlokasi di Jalan Alam Baru Somber, Balikpapan.

Upacara peringatan berlangsung di gedung pertemuan Ditpolairud yang terhubung secara teleconfrence dengan Markas Besar Korps Polairud. Rangkaian peringatan HUT ditutup dengan acara syukuran bersama seluruh jajaran Ditpolairud Polda Kaltim.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel