Duh, Susah Banget Ya Nyari Alien

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Selama lebih dari satu abad imajinasi mengenai alien membuat para ilmuwan ingin mencarinya. Mereka digambarkan sebagai robot raksasa, manusia hijau kecil hingga makhluk berlendir. Setelah dua kali Perang Dunia, kemajuan teknologi umat manusia mulai meroket. Secara harfiah, membuka cakrawala baru untuk eksplorasi luar angkasa.

Meski roket kita sudah mampu mengirim pesawat luar angkasa ke luar orbit Bumi, bahkan sudah ada beberapa robot penjelajah yang berhasil dikirim ke Mars, angan-angan mengenai alien masih sama seperti seabad yang lalu. Mereka masih sulit ditemukan.

Baca: Alien Punya Banyak Rumah, Ilmuwan Terkejut

Sebagaimana dikutip dari situs First Post, Rabu, 3 Maret 2021, luar angkasa adalah wilayah yang sangat luas. Para ahli butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun misi, meluncurkannya, dan melakukan perjalanan ke dunia yang tampak menjanjikan.

Luar angkasa juga berisiko. Membuat pesawat ruang angkasa memasuki orbit yang tepat di sekitar planet atau mendarat dengan aman di permukaannya adalah urusan yang kompleks.

Saat tiba, mereka harus melakukan pencarian peninggalan kuno atau sisa-sisa dari kehidupan mikroba. Informasi pada tahap eksplorasi ini sulit untuk diuraikan, dan seringkali menyisakan banyak ruang untuk spekulasi dan keraguan.

Meskipun seiring berjalannya waktu penelitian oleh para ahli menjadi lebih baik dalam mengungkap petunjuk, tetapi mereka memiliki batasan karena terkendala instrumen.

Pencarian alien terus berjalan, baik di tingkat mikro, untuk melihat bagaimana kehidupan sederhana di Bumi berurusan dengan lingkungan yang keras, dan tingkat makro, melihat Matahari di luar angkasa dan planet yang kemungkinan memiliki kehidupan alien.

Dalam 50 tahun terakhir, ilmuwan telah menemukan kekayaan kehidupan yang berkerumun di Bumi di tempat yang gelap, dalam, kering, basah, dingin, dan beracun. Temuan tersebut membuat ilmuwan memiliki motivasi untuk melihat hal yang lebih jauh dan luas.

Misalnya, awan di atmosfer Venus yang tebal, kolom air di bawah permukaan Mars, sungai metana cair di Titan, Bulan milik Saturnus, hingga ventilasi hidrotermal bawah air di Europa atau Enceladu, satelit alami milik Jupiter.