Duh, Toilet di Objek Wisata Banten Belum Ramah Difabel

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Serang - Banten memiliki banyak destinasi wisata, mulai dari alam, budaya, hingga religi. Namun, ketersediaan toilet ramah difabel di lokasi wisata itu dirasa masih kurang.

"Kita masih melihat toilet di wisata Banten yang tidak layak untuk penyandang disabilitas," kata Ketua Satgas Toilet Indonesia (STI) Banten, Pujiyanto, di Kota Serang, Senin (05/04/2021).

Kebersihan dan bangunan toilet juga dianggap belum memadai. Bangunannya masih kerap dijumpai terbuat dari bilik, seng, hingga terpal. Sanitasi air bersih juga masih kerap sulit ditemui.

Kemudian ukuran toilet yang sempit, menyulitkan aktivitas di dalamnya. Bahkan, kerap kali lokasi toilet sulit dijangkau wisatawan.

"Masih memprihatinkan, kondisi kebersihan belum terjaga dengan baik. Tujuan kami ini kan dalam rangka menjaga kebersihan toilet di seluruh destinasi pariwisata di Banten. Dari sisi bangunan saat ini masih banyak yang belum dilakukan revitalisasi," terangnya.

Menurut Pujiyanto, kebersihan dan fasilitas toilet menjadi salah satu penunjang destinasi wisata. Jika kondisinya nyaman dan bersih, dianggap bisa menjadi daya tarik wisatawan.

"Toilet menjadi penunjang wisata yang sangat penting. Jika terjaga kebersihannya, bisa mengundang wisatawan," jelasnya.

Toilet sekelas bintang lima disebar di tiga titik di sekitar destinasi wisata Danau Toba.
Toilet sekelas bintang lima disebar di tiga titik di sekitar destinasi wisata Danau Toba.

Pemprov Banten akan mendukung program Satgas Toilet Indonesia yang bertugas di wilayahnya, untuk menjaga kebersihan WC di sejumlah destinasi wisata.

Langkah awal, kebersihan toilet di Kesultanan Banten Lama hingga Syekh Nawawi Caringin, Pandeglang, yang menjadi sasaran. Langkah awal, Pemprov dan STI Banten akan memfokuskan diri pada destinasi wisata religi terlebih dahulu.

"Tadi kita berdiskusi bagaimana mengembangkan destinasi wisata religi, di dalamnya fasilitasi kebersihan toilet juga. Kita diskusikan agar wisatawan yang datang ke Banten merasa nyaman. Nanti kita komitmen menjaga kebersihannya. Titik pertama di Keraton Kesultanan Banten Lama, Syekh Nawawi Caringin, Syekh Mansur," kata Wagub Banten, Andhika Hazrumy, Senin (5/4/2021).

Perlu diketahui bahwa Menparekraf, Sandiaga Uno, membentuk STI awal Februari 2021. Satgas ini akan bekerja di seluruh objek pariwisata di Indonesia. Langkah ini diambil demi menjaga kebersihan toilet dan secara tidak langsung menjaga reputasi pariwisata Indonesia.

STI yang digagas Sandi itu merupakan konsep dari persiapan destinasi wisata, tidak hanya infrastruktur yang terlihat, tapi juga fasilitas penunjang berupa toilet.

Sandi mengaku sudah melihat di beberapa destinasi pariwisata dan telah membentuk sendiri satgas toilet. Kemenparekraf akan menyerahkan kepada komunitas masing-masing untuk menjalankan satgas toilet.

Simak video pilihan berikut ini: