Duit Rp 6 Triliun Koperasi Langit Biru Diputar Tunai  

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Merdeka.com
    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    MERDEKA.COM. Menteri BUMN Dahlan Iskan menyayangkan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menginstruksikan untuk menunda rencana pelepasan saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) untuk kemudian dialihkan ke Bank Mandiri. …

  • AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    Merdeka.com
    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    MERDEKA.COM. PT Angkasa Pura II bersiap mengembangkan bandar udara berkonsep kebun binatang di Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi. Kementerian Perhubungan langsung mengkaji rencana itu, karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengaku baru mendengar proposal AP II itu. Dia mempersilakan operator bandara berkreasi dengan konsep layanan penerbangan, asal keamanan terjamin. ... …

TEMPO.CO, Jakarta - Setidaknya ada 125 ribu anggota Koperasi Langit Biru yang duitnya diputar oleh pengelola. Sejak awal beroperasi, yaitu Januari 2011 hingga Oktober 2011, setidaknya ada Rp 6 triliun duit nasabah yang diputar di koperasi itu.

Namun, menurut Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang Komisaris Shinto Silitonga, perputaran duit itu berlangsung tanpa melalui rekening bank. "Dengan kata lain, perputaran uang dilakukan secara tunai," kata Shinto di Jakarta, Rabu, 6 Juni 2012.

Polisi, kata Shinto, sedang memeriksa adakah unsur penipuan dan penggelapan dana. Jika memang ditemukan, pelaku kasus Langit Biru bisa dijerat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. "Kami harus temukan dua unsur itu dulu," kata Shinto.

Sejauh ini, lanjutnya, baru empat anggota koperasi yang melapor terkait dengan kasus investasi ini. Kepada penyidik, keempat pelapor ini mengaku telah rugi sebesar Rp 104 juta. Semula mereka rutin mendapatkan bonus yang dijanjikan oleh pengelola, namun sejak Februari 2012, pemberian bonus terhenti. Hingga kini, polisi belum menetapkan seorang pun tersangka dalam kasus ini.

Seperti diberitakan pada Sabtu, 2 Juni 2012, sekitar 2.000 investor Koperasi Langit Biru yang datang dari berbagai kota menjarah dan merusak kantor koperasi tersebut. Massa mengamuk lantaran pengelola koperasi tidak merealisasikan pemberian bonus keuntungan usaha yang dijanjikan akan cair pada hari itu.

ADITYA BUDIMAN

Berita Terkait

Perputaran Duit Koperasi Langit Biru Capai Rp 6 Triliun

Sejak Oktober, Bapepam Ingatkan Kasus Koperasi Langit Biru

Polisi Masih Cari Pengelola Koperasi Langit Biru

Polisi Diminta Sita Aset Koperasi Langit Biru

Bonus Koperasi Langit Biru Macet Sejak 4 Bulan

Pengelola Koperasi Langit Biru Diduga Kabur

Koperasi Langit Biru Dilaporkan ke Polisi

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...