Duka Anak Prajurit TNI Korban Kecelakaan Cibubur & Kenangan Hangat Bareng Ayah-Ibu

Merdeka.com - Merdeka.com - Kecelakaan maut truk tangki Pertamina di Jalan Alternatif Cibubur, Jakarta Timur menyisakan kesedihan di antara keluarga korban. Kecelakaan yang melibatkan belasan kendaraan itu menewaskan 11 orang meninggal dunia.

Salah satu korban adalah anggota TNI dan istrinya. Anggota TNI Pelda Suparno (51) dan istrinya, Priyastini (50) saat itu sedang berboncengan. Tiba-tiba diseruduk truk tangki Pertamina hingga tewas. Korban terjepit di kolong truk Pertamina yang melaju dari arah Cibubur menuju Cileungsi.

Keduanya meninggalkan anak semata wayang bernama Aprino Bagus Sadewo (22). Ketika hari kejadian, Bagus sedang menunggu kedatangan kedua orang tuanya.

"Biasa, nunggu ayah ibu sambil nonton TV atau main handphone," kata Bagus yang terdengar tegar.

Tidak ada firasat yang dirasakan Bagus jika sang ayah dan ibu menjadi korban kecelakaan. Sampai kabar duka itu datang dari temannya. Sebab, berita kecelakaan truk di Cibubur seketika viral di media sosial.

"Saya lihat kabar itu tiba-tiba trending, terus juga ada informasi dari komunitas-komunitas saya," ujar Mhaasiswa Fakultas Teknik Universitas Gunadarma Depok.

Tetangga juga membenarkan kabar kecelakaan tersebut usai lewat jalan Transyogi. Bagus terlihat bergetar ketika menceritakan kembali momen tersebut.

"Kira-kira setengah empat sore dihubungi sama tetangga-tetangga kalau orang tua saya kecelakaan," tutur Bagus.

Dia bergegas mencari kebenaran informasi tersebut. Mengajak salah satu tetangga untuk pergi ke tempat kejadian. Namun, niat itu akhirnya urung dilakukan.

"Saya coba cari info yang bener bagaimana, terus ajak tetangga bawa mobil, langsung ketempat kejadian. Karena di tengah jalan itu kan macet dan juga arahan dari sini 'jangan ke sana, kamu pulang saja'. Akhirnya saya putar balik," kata dia.

Bagus mengenang kembali momen-momen bersama sang ayah dan ibu. Meski hanya tinggal bertiga, keluarga kecil ini begitu hangat dan penuh canda.

"Kita juga sering bercanda-bercanda, karena kita di sini terkenal ramai walaupun cuman bertiga tapi kayaknya satu keluarga besar lagi di rumah," tuturnya sambil tersenyum.

Kini Bagus hidup sebatang kara. Di benaknya penuh harap, kedua orang tua bisa hadir di wisudanya yang tinggal menunggu waktu. Tapi dia sadar, Tuhan memiliki rencana lain. Yang jauh lebih besar dan indah untuk kedua orang tuanya.

11 Orang Tewas

Sebanyak 11 orang tewas dalam kecelakaan yang melibatkan truk BBM Pertamina bernomor polisi B 9598 BEH di Jalan Alternatif Cibubur, Senin (18/7) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman menerangkan, truk Pertamina itu melaju dari arah Cibubur menuju Cileungsi, di lokasi yang kondisi jalannya menurun.

"Kondisi jalan menurun dan di TKP ada lampu merah, ada kendaraan yang sudah berhenti," kata Kombes Latif Usman.

Kata dia, terdapat 12 kendaraan terlibat dalam kecelakaan tersebut hingga menewaskan 11 orang orang. Kendaraan yang terlibat yakni dua unit roda empat dan 10 roda dua.

"Sementara korban ada di (RS Polri) Kramatjati. Ada 11 orang meninggal dunia. Tapi ini kita cek kembali," kata dia

Informasi yang dihimpun, truk Pertamina itu mengalami rem blong saat berada di jalan menurun, hingga sopir tak mampu menghentikan laju kendaraannya, sementara di depannya terdapat pengendara lain yang sedang menunggu lampu merah. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel