Duka Ditinggal Glenn Fredly, Sang Pejuang Hak Para Musisi

Zahrotustianah, Nuvola Gloria

VIVA – Kepergian Glenn Fredly menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat dekat. Glenn meninggal dunia hari Rabu, 8 April 2020 di Rumah Sakit Setia Mitra, Jakarta Selatan.

Di dunia musik, Glenn dikenal sangat berdedikasi dan mempelopori kegiatan kreatif. Dia selalu lihai berbicara soal industri musik Tanah Air. Hal itu diakui oleh Bens Leo selaku pengamat musik sekaligus sahabat Glenn. Bens turut kehilangan atas meninggalnya pelantun Januari tersebut.

Bens Leo menjelaskan bahwa Glenn adalah sosok musisi muda berbakat. Glenn menciptakan Kongres Musik Indoesia pertama di Ambon tahun 2018.

"Itu orang asik sekali sebetulnya. Kami selalu komunikasi sama Bung Glenn kalau ada peristiwa budaya yang perlu liputan wartawan. Dan dia adalah orang terdepan bersama Anang Hermansyah menginisiasi lahirnya UU Permusikan," kata Bens Leo dihubungi hari Rabu malam, 8 Maret 2020.

"Di musisi ada Glenn Fredly, ada saya, ada Ahmad Albar, jadilah RUU permusikan tahun 2019 di mana Anang menginisiasi agar masuk percepatan jadi UU tapi ditolak oleh musisi indie. Bung Glenn ada di depan pada waktu itu," lanjut dia.

Menurut Bens, Glenn Fredly selalu berada di garis depan untuk tata kelola musik, kesejahteraan musisi, dan kegiatan unik lainnya. Glenn juga selalu tampil cemerlang dengan grup Trio Lestarinya bersama Tompi dan Shandy Shandoro.

"Ya kehilangan benar Trio Lestari pasti. Mereka orang-orang yang secara kualitas bagus dan pemikiran di dunia musik bagus tiga-tiganya. Tanpa Glenn, Trio Lestari agak susah. Saya kira Trio Lestari enggak ada Glenn bukan Trio Lestari namanya," ucap Bens lagi.

Glenn juga pernah mendapatkan penghargaan dari pemerintah terkait anugerah kebudayaan. Kata Bens, kala itu Glenn sangat bahagia. 

"Apalagi dia baru menikah dan baru punya anak kan. Anaknya masih bayi," ujar Bens.