Duka Keluarga Pengemudi Perahu Tenggelam di Bengawan Solo

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Bojonegoro - Kesedihan mendalam terlihat menyelimuti keluarga Kasian (65), pengemudi perahu yang tenggelam dan terbalik di tengah sungai Bengawan Solo pada Rabu (3/11/2021).

Kasian menjadi salah satu korban yang ditemukan meninggal oleh Tim Sar gabungan. Jasadnya ditemukan 6 kilometer dari lokasi tenggelamnya perahu.

Keluarga tak menyangka, korban yang baru dua hari mengemudikan perahu untuk menggantikan pengemudi asli yang sakit, justru nahas. Korban hanyut bersama sejumlah penumpang lainnya.

Sriyatin, anak dari korban mengaku bahwa ayahnya sebenarnya sudah lama tidak mengemudikan perahu. Namun karena pengemudi yang asli sedang sakit, ayahnya diminta menggantikan untuk sementara waktu.

"Bapak kan sebelumnya udah nggak mengemudi perahu, terus disuruh gantiin. Pak Parno orangnya sakit," ungkap Sriatin.

Selain Kasian, petugas gabungan juga menemukan 2 korban meninggal dunia lainnya. Meraka adalah Agus Tutin (23), laki-laki warga Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, Tuban. Serta Tora (41) pria asal Wonokerto, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

5 Orang Masih Hilang

Satu korban meninggal perahu terbalik di Bengawan Solo dibawa ke RSUD Tuban. (Ahmad Adirin/Liputan6.com)
Satu korban meninggal perahu terbalik di Bengawan Solo dibawa ke RSUD Tuban. (Ahmad Adirin/Liputan6.com)

"Hasil pencarian hari ini ditemukan 3 korban meninggal dunia," ungkap Kepala Basarnas Surabaya Hari Adi Purnomo, di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan, awalnya ada 17 korban tetapi sekarang bertambah untuk penumpang perahu penyeberangan tercatat ada 18 orang. Hasil pencarian, 10 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan 3 orang meninggal.

"5 korban masih dalam pencarian," terang Hari Adi Purnomo.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel