Duka PBSI untuk Korban Sriwijaya Air SJ-182

Ridho Permana
·Bacaan 1 menit

VIVA – Dunia penerbangan tanah air berduka. Pesawat Boeing 737-500 yang digunakan Sriwijaya Air untuk penerbangan berkode SJY 182 rute Jakarta-Pontianak, jatuh di perairan Kepulauan Seribu, empat menit setelah lepas landas.

Sriwijaya Air itu sebelumnya dilaporkan mengalami hilang kontak pukul 14.40 WIB di atas wilayah Kepulauan Seribu.

Atas musibah ini, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) turut berduka. PBSI mendoakan yang terbaik untuk seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan.

"Duka mendalam atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak di daerah Kepulauan Seribu. Doa terbaik untuk seluruh korban juga keluarga yang ditinggalkan. Dan semoga proses evakuasi berjalan lancar dan cepat," tulis akun Instagram resmi PBSI, Minggu 10 Januari 2021.

Sementara itu, kabar terbaru Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan ada ratusan personel gabungan Tim DVI yang dikerahkan untuk melakukan identifikasi terhadap korban penumpang Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu.

"Telah bekerja Tim DVI sebanyak 306 personel terdiri dari instansi terkait," kata Rusdi di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati.

Ia mengatakan Tim DVI gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Ahli Forensi Indonesia.

Menurut dia, seluruh personel yang diterjunkan adalah orang-orang terbaik dibidangnya. Diharapkan, mampu melaksanakan tugasnya mengidentifikasi jasad korban penumpang Pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

"Semua kerja sama di RS Polri untuk identifikasi terhadap jenazah korban daripada kecelakaan pesawat tersebut," ujarnya.