Dukun Penyedot Uang Gaib, Dijebloskan ke Penjara

Laporan Wartawan Surya,Imam Taufiq

TRIBUNNEWS.COM,BLITAR - Mengaku bisa menyedot uang gaib dari bawah jembatan angker, Giono (60), warga Desa  Dermo Jayan, Kecamatan Srengat, berhasil memperdayai Hadi Wiyono (25), dan istrinya, Citi Purwaningsih (23), warga Jl Adi Mulyo, Desa Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kab Malang.

Sepasang suami istri itu ditipu Rp 50 juta dengan dalih buat keperluan ritual untuk persyaratan menarik uang gaib dari bawah jembatan Rp 10 miliar.

Namun, kedok dukun abal-abal terkuak setelah dilaporkan korbannya.Sebab uang Rp 10 M yang dijanjikan itu tak kunjung terbukti.

Berkat laporan korban, pelaku yang mempunyai empat istri tersebut akhirnya diamankan di rumahnya, dengan barang bukti (BB) puluhan lembar uang kertas mainan dengan pecahan Rp 50 ribu yang ditata rapi dalam koper dan tiga kotak.

"Setelah kami periksa, kini dia sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Pengakuannya, uang dari korban itu sebagian dibuat keperluan ritual, seperti beli minyak dan dupa.
Sedang, yang lainnya buat keperluan pribadi, seperti diberikan ke istri-istrinya," kata Kompol I Ketut Mudeta, Kapolsek Srengat.

Penipuan dengan modus bisa menyedot uang dari alam gaib ini bermula dari perkenalan korban dengan pelaku terkait bisnis jual- beli tokek pada awal April 2013 lalu.

Saat itu, pelaku mengaku punya tokek besar, yang mau dijual. Sementara, korban Hadi bersedia menjualkannya.

"Saya dikenalkan mertua saya, yang satu desa dengannya (Desa Dermo Jayan)," tutur Hadi ditemui di Polsek Srengat.

Setelah kenal pelaku tak lagi membicarakan soal rencana penjualan tokeknya melainkan malah bercerita kalau

Dari tiga kotak itu, hanya satu kotak yang dikeluarkan korban dan dibuka di ruang tamu, dengan disaksikan istrinya.

Begitu dibuka, mereka terbelalak matanya karena uang gaib yang dijanjikan itu tak ada dan hanya berisi uang mainan anak-anak.

Baca Juga:

Dukun Penyedot Uang Gaib, Dijebloskan ke Penjara

Kepala BNPT: Ledakan Granat di Bali Bukan Ulah Teroris

Ditantang Lelang Jabatan, Pemkab Bone Jadikan Masukan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.