Dukung AHY, Subur Budhisantoso: Jangan Mau Dipecah Oknum Eksternal

Hardani Triyoga, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Umum Partai Demokrat periode 2001-2005, Subur Budhisantoso menyatakan keberatan atas pencatutan namanya terkait isu kudeta terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat. Nama Subur dicatut saat konferensi pers oleh Forum Pendiri Demokrat.

Dia menegaskan tak mengetahui sama sekali manuver Forum Pendiri Demokrat. Pun, ia mengaku tak pernah dihubungi dalam isu mengusung Moeldoko sebagai bakal calon ketua umum.

"Saya, Subur Budhisantoso, Ketua Umum pertama Partai Demokrat, menyatakan keberatan atas pencatutan nama saya sebagai pemateri konpers yang mengatasnamakan Forum Pendiri dan Senior Partai Demokrat, yang undangannya beredar sejak kemarin. Saya tegaskan bahwa saya tidak pernah dihubungi dan tidak tahu menahu mengenai acara itu," kata Subur dalam keterangannya, Rabu 3 Februari 2021

Subur menyampaikan tak pernah ikut dalam acara yang dibuat Forum Pendiri Demokrat tersebut. Dia menyayangkan tindakan yang dilakukan sejumlah tokoh tersebut. Ia meminta agar para senior tidak mengganggu kepengurusan yang sah di bawah kepemimpinan AHY menurut hasil Kongres V Partai Demokrat.

"Sebagai pendiri dan senior partai, saya mengimbau kepada senior-senior Partai Demokrat yang lain untuk tidak mengganggu keutuhan Partai dan mari kita dukung adik-adik kita membesarkan Partai Demokrat," jelas pakar antopologi politik tersebut.

Kemudian, ia menyampaikan dirinya mendukung penuh kepengurusan Partai Demokrat era AHY. Sebab, keputusan tersebut diambil berdasarkan keputusan kongres Partai yang dilakukan 15 Maret 2020 yang digelar di Jakarta.

"Secara pribadi dan sebagai Senior Partai, Subur mengaku mendukung penuh kepengurusan DPP Partai Demokrat Periode 2020-2025 yang dipimpin Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Saya setuju dengan pernyataan Ketum AHY kemarin, jangan mau kita dipecah belah oleh segelintir oknum eksternal," lanjut Subur

Subur berharap persoalan di internal Partai Demokrat dapat segera selesai. "Semoga kebenaran segera terungkap dan Partai Demokrat tetap solid di bawah kepemimpinan Ketua Umum AHY," ujarnya.

Baca Juga: Isu Kudeta AHY, PD: Pertemuan di Hotel, Dirayu Dana Bantuan COVID-19

Sebelumnya, eks Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Yus Sudarso yang masuk bagian Forum Pendiri Demokrat mengatakan ada empat faksi yang menginginkan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko maju sebagai calon ketua umum melalui kongres luar biasa atau KLB.

“Dalam setiap partai ada faksi-faksi. Dalam pertemuan ini, setidaknya saya amati ada empat faksi yang saya tahu,” kata Yus Sudarso di Mega Kuningan pada Selasa, 2 Februari 2021.

Faksi pertama, kata dia, orang-orang yang bermuara kepada pendiri dan mantan Ketua Umum Demokrat yaitu Subur Budishantoso. Kedua, faksi Ketua Umum Demokrat hasil Kongres Bali tahun 2005 yaitu Hadi Utomo (almarhum). “Kebetulan saya sebagai Koordinator Pemenangan Hadi Utomo-Marzuki Alie,” ujarnya.

Yus menambahkan faksi ketiga yaitu Ketua Umum Anas Urbaningrum yang merupakan hasil Kongres Bandung tahun 2010. Keempat, faksi Ketua Umum Marzuki Alie.

“Di sini hadir tim pemenangannya Syofwatillah Mohzaib. Jadi tanpa ada rekayasa kawan-kawan ini bertemu dalam satu titik pemikiran, bagaimana Partai Demokrat ke depan,” jelas dia.