Dukung Anak Alergi Susu Sapi Tetap Tumbuh Optimal

Dian Lestari Ningsih, heavenoflight
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketika anak mengalami ruam di kulit atau diare usai mengonsumsi susu formula, bisa jadi ia memiliki alergi pada susu sapi. Dalam hal ini kepekaan orangtua sangat dibutuhkan. Kejadian seperti ini bisa terjadi ketika sistem kekebalan tubuh, salah menganggap protein susu sapi sebagai zat yang berbahaya bagi tubuh, yang kemudian menimbulkan peradangan hingga gejala alergi.

Gejala alergi susu sapi umumnya melibatkan tiga sistem tubuh, yaitu sistem pencernaan, sistem saluran napas, dan kulit. Gejala pada sistem pencernaan seperti muntah, kolik, diare, sembelit, dan adanya darah pada feses.

Sedangkan, gejala pada sistem saluran napas, misalnya batuk atau flu dan lain-lain. Lalu gejala pada kulit biasanya muncul ruam kemerahan. Timbulnya gejala-gejala ini diakibatkan adanya serangkaian mekanisme imun tubuh.

Alergi adalah respon sistem kekebalan tubuh yang abnormal terhadap bahan atau zat yang masuk ke dalam tubuh yang pada waktu tertentu dianggap berbahaya. Jika tidak segera ditangani dan dibiarkan, keadaan ini dapat menganggu optimalisasi tumbuh kembang anak hingga kemudian memberi dampak jangka panjang terhadap kesehatan di usia dewasa.

Biar bagaimanapun, anak memerlukan nutrisi seimbang untuk mendukung kualitas kesehatannya di masa depan, termasuk konsumsi protein lewat susu. Tetapi jika anak alergi susu sapi, maka susu isolat protein kedelai yang diperkaya dengan zat gizi (fortified soy milk) adalah alternatif yang bisa menjadi pilihan.

SUMBER ASLI