Dukung Black Lives Matter, Lady Antebellum Ganti Nama Jadi Lady A

Tasya Paramitha

VIVA – Lady Antebellum mengganti nama band mereka setelah mengetahui konotasi negatif yang berkaitan dengan nama 'Antebellum'. Band country Amerika Serikat yang terdiri dari Hillary Scott, Charles Kelley dan Dave Haywood itu mengumumkan hal ini lewat media sosial.

Mereka mengatakan bahwa mulai saat ini nama band mereka diganti menjadi Lady A atau versi lebih pendek yang selama ini sering digunakan oleh para fans.

Para personel Lady A juga menjelaskan alasan mereka di balik penggantian nama band. Aksi protes dan demonstasi Black Lives Matter yang sedang berlangsung dan diskusi baru tentang ketidakadilan rasial dan ketidaksetaraan telah membuat mereka merenungkan kembali kata 'Antebellum'.

Di mana kata itu berkaitan dengan aspek-aspek Perang Selatan sebelum Perang Sipil, termasuk perbudakan di AS.

"Kami telah menyaksikan dan mendengarkan lebih banyak dari sebelumnya selama beberapa minggu terakhir ini, dan hati kami terbuka dengan keyakinan, mata kami terbuka lebar terhadap ketidakadilan, ketidaksetaraan dan bias yang selalu dihadapi wanita dan kaum kulit hitam dan terus dihadapi setiap hari," tulis mereka dikutip dari laman Aceshowbiz, Jumat, 12 Juni 2020.

"Sekarang, titik-titik buta yang kita bahkan tidak tahu keberadaannya telah terungkap," tambah Lady A.

"Setelah banyak refleksi pribadi, diskusi, doa dan banyak percakapan jujur ??dengan beberapa teman dan kolega kulit hitam terdekat kami, kami telah memutuskan untuk membuang kata 'Antebellum' dari nama kami dan mengganti nama sebagai Lady A, nama panggilan yang diberikan penggemar kami kepada kami dari awal," ujar mereka menjelaskan.

Pelantun lagu Need You Now itu mengaku bahwa mereka menyesal dan malu karena telah mengabaikan kritik sebelumnya tentang penggunaan kata tersebut, yang mereka adopsi setelah mengambil foto promosi pertama mereka di depan sebuah rumah bergaya pra-perang, yang digunakan untuk mewakili pengaruh musik Selatan band itu.

"Kita tak bisa mencari alasan untuk keterlambatan kita untuk menyadari hal ini. Apa yang bisa kita lakukan adalah mengakuinya, berbalik darinya dan mengambil tindakan," ucap mereka.