Dukung Ganjar Pranowo Maju Pilpres 2024, Relawan Tolak Kompensasi Jabatan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Dukungan terhadap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk maju Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 terus berdatangan. Salah satunya dari relawan Ganjarist, yang menegaskan menolak kompensasi jabatan apapun jika jagoannya itu berhasil menduduki kursi RI-1.

"Sejak awal kami menyatakan sikap, Ganjarist menolak setiap kompensasi jabatan atau kompensasi apapun nantinya. Kami ini relawan murni," tutur Ketum Ganjarist, Mazdjo Pray dalam keterangannya, Kamis (7/10/2021).

Menurut Mazdjo, selama ini telah banyak gerakan relawan pemenangan yang nyatanya memiliki agenda tersembunyi. Salah satunya untuk mendapatkan kompensasi jabatan, seperti menjadi komisaris di BUMN.

"Kami disatukan oleh kesadaran bersama bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu meneruskan kerja-kerja Pak Jokowi," jelas dia.

Lanjutkan Kerja Jokowi

Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Ganjar Pranowo ngopi bersama di kafe di samping Balaikota (Dok. Instagram/@aniesbaswedan/https://www.instagram.com/p/Bpy4GGrnZ9I/Komarudin)
Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Ganjar Pranowo ngopi bersama di kafe di samping Balaikota (Dok. Instagram/@aniesbaswedan/https://www.instagram.com/p/Bpy4GGrnZ9I/Komarudin)

Mazdjo menyatakan, gerakannya murni hasil kesadaran politik warga negara. Bukan sebuah lembaga yang dibentuk untuk tujuan-tujuan jabatan bagi anggotanya.

"Urusan kami hanyalah melakukan dukungan kepada Ganjar Pranowo," ujar Mazdjo.

Sekjen Ganjarist, Kris Tjantra menambahkan, Ganjar Pranowo merupakan sosok yang dapat melanjutkan estafet kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Kami ingin membiasakan bahwa persoalan pergantian kepemimpinan nasional itu bukan hanya urusan elit politik belaka. Tapi ini urusan semua warga negara karena setiap orang mempunyai hak politik yang sama," kata Kris.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel