Dukung Jokowi soal Harga Tes PCR Rp300 Ribu, Ridwan Kamil: Kalau Bisa Lebih Murah Lagi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap harga tes Polymerase Chain Reaction (PCR) bisa ditekan lebih murah lagi di bawah Rp300 ribu agar tidak membebani masyarakat. Hal itu merespons permintaan Presiden Joko Widodo soal penurunan harga tes PCR menjadi Rp300 ribu.

"Saya mendukung harga tes itu semurah-murahnya. Kalau Pak Jokowi mengarahkan di bawah 300 ribu, itu akan lebih meringankan, kalau bisa lebih murah lagi," kata Emil di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (26/10/2021).

Dia menilai penerapan tes antigen atau PCR pengguna transportasi massal sangat penting dalam upaya pencegahan Covid-19. Namun, di satu sisi harga murah bisa membuat transportasi umum tumbuh.

"Kalau tanpa testing baik antigen atau PCR, kita ibaratnya terlalu gegabah karena pandemi belum usai," ujarnya.

Mantan Wali Kota Bandung ini juga mengusulkan pada pemerintah pusat agar hasil PCR harus bisa lebih cepat dari kondisi sebelumnya.

"Jangan terlalu lama-lama, kasihan kan tidak semua orang bepergian itu untuk wisata. Ada urgensi keluarga dan lain-lain," dia menegaskan.

Emil mengatakan, walau kasus Covid-19 di Tanah Air terus menurun, masyarakat harus tetap waspada dan tidak mengabaikan semua aturan penanganan Covid-19.

"Mudah-mudah secepatnya ada ukuran baru pengetesan lebih murah tapi kewaspadaan tidak bisa ditawar-tawar," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), harga PCR akan diturunkan menjadi Rp 300 ribu.

Selain itu, masa berlakunya juga diperpanjang menjadi 3x24 jam untuk perjalanan dengan pesawat.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel