Dukung Kebangkitan Produk UMKM RI, Menperin Gelar Festival Joglosemar

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang ditunjuk menjadi campaign manager Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) menggelar acara Festival Joglosemar di kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah, Kamis 20 Mei 2021.

Dalam acara ini, hadir sejumlah menteri, di antaranya Menkopolhukam, Mahfud Md; Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan; Menperin, Agus Gumiwang Kartasasmita; Menhub Budi Karya Sumadi; Menparekraf, Sandiaga Uno; dan Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar.

Menperin, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Festival Joglosemar dengan tema Artisan of Java difokuskan di DIY dan Jawa Tengah. Festival Joglosemar, lanjut Agus, sengaja digelar bersamaan dengan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei.

Dijelaskannya, ada tiga tujuan utama dalam Festival Joglosemar. Yaitu sebagai upaya meningkatkan jumlah Industri Kecil Menengah (IKM) yang onboarding, kemudian meningkatkan kreasi bagi IKM atau UMKM dan terakhir meningkatkan produk-produk IKM dan UMKM.

"Target tahun ini 6,1 juta IKM atau UMKM bisa on boarding di marketplace. Akan kita dorong menjadi 8 juta. Dengan kerja keras saya yakin bisa mencapainya," ujar Agus.

Agus menerangkan, Kemenperin secara konsisten memberdayakan pelaku IKM melalui penguasaan teknologi e-business melalui Program e-Smart IKM. Program e-Smart IKM sendiri telah dijalankan Kemenperin sejak tahun 2017, dan telah melatih 13.184 pelaku IKM di seluruh Indonesia.

Agus menerangkan manfaat yang dapat diperoleh oleh pelaku IKM melalui program e-Smart IKM, antara lain workshop untuk membuka toko online, bisnis digital, manajemen bisnis, kebijakan/peraturan pemerintah.

Manfaat lainnya adalah masuk ke dalam katalog e-smart IKM, mendapatkan akses ke berbagai program Kementerian Perindustrian seperti restrukturisasi mesin peralatan, klinik HKI, klinik kemasan, sertifikasi TKDN dan SNI, pameran, dan pendampingan teknologi, mendapatkan pendampingan pemasaran online dan mendapatkan akses go global.

"Pendampingan standar SNI ini menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas produk. Dalam tanda petik ini untuk menghambat barang impor masuk ke dalam negeri," ungkap Agus.

"Mari kita belanja produk lokal, semakin cinta, semakin Bangga Buatan Indonesia. IKM Bangkit, Indonesia Maju," sambung Agus.

Sementara itu, Presiden Jokowi yang membuka Festival Joglosemar secara daring berharap agar kebangkitan produk-produk buatan Indonesia bisa dipercepat. Jokowi berharap agar UMKM bisa naik kelas.

"Kita ingin mengisi momentum kebangkitan nasional ini dengan mempercepat kebangkitan produk-produk buatan Indonesia," ujar Jokowi

"Kebangkitan produk-produk UMKM/IKM kita yang mampu menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi, menguasai pasar dalam negeri, lebih kompetitif di pasar global dan UMKM naik kelas,” sambung Jokowi.

Jokowi menyebut jika UMKM/IKM di Indonesia tersebar di segala pelosok dengan jenis dan produk yang beragam. Jokowi menilai jika UMKM/IKM melibatkan banyak masyarakat sekitar dan bisa menciptakan lapangan kerja baru dan mampu menyerap tenaga kerja.

“Untuk mendukung kemajuan UMKM/IKM, saya harap semua pihak terlibat dan ikut bergerak. Beri tempat-tempat terbaik bagi UMKM/IKM kita untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produknya,” tutur Jokowi.

Jokowi meminta agar di pusat-pusat perbelanjaan, bandara, rest area maupun di tempat strategis lainnya, produk UMKM/IKM ditempatkan di etalase terdepan.

“Siapkan lebih banyak ruang dan event virtual yang menarik agar produk kita semakin dikenal dan diminat. Agar masyarakat semakin cinta dan bangga pada produk-produk Indonesia,” tegas Jokowi.