Dukung Kesetaraan Gender Lewat Teknologi, Indosat Ooredoo Luncurkan SheHacks 2021

·Bacaan 5 menit

Fimela.com, Jakarta Seiring dengan kemajuan zaman, perempuan bisa melangkah lebih luas dalam mengejar apapun yang jadi passionnya. Nggak terkecuali dalam bidang teknologi. Tantangan memang selalu ada, terutama yang terkait dalam hal kesetaraan gender. Untuk mendukung perempuan setara dalam berbagai hal termasuk dalam teknologi, Indosat Ooredoo sebagai perusahaan telekomunikasi terdepan mengumumkan peluncuran SheHacks 2021 pada hari ini (9/6/2021).

Peluncuran SheHacks ini juga ikut dihadiri oleh 4 sosok perempuan yang memimpin di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Tri Rismaharini, Menteri Sosial Republik Indonesia; Angkie Yudistia, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia; H.E Fawziya E. Al-Sulaiti, Duta Besar Qatar untuk Indonesia; Dwi Faiz yang merupakan Kepala Program UN Women Indonesia.

Fakta Kesenjangan Gender dalam Bidang Ekonomi

SheHacks 2021 merupakan bagian dari program keberlanjutan perusahaan (CSR) dalam pilar Pemberdayaan Perempuan yang diusung oleh Indosat Ooredoo. Berdasarkan fakta yang ada, perempuan Indonesia masih mengalami beragam tantangan ekonomi yang cukup besar jika dibandingkan dengan laki-laki. Studi yang dipublikasikan Forum Economi Dunia (World Economic Forum) beberapa waktu yang lalu menunjukkan fakta yang cukup mengagetkan.

Dari studi tersebut, hanya 56% perempuan Indonesia yang berpartisipasi dalam angkatan kerja jika dibandingkan dengan pria di angka 84,1%. Selain kesenjangan tingkat partisipasi, ada juga kesenjangan upah yang signifikan antara keduanya hingga 22%. Selain itu, Global Gender Gap Report 2021 juga menempatkan Indonesia di peringkat ke-99 dari 156 negara dalam hal partisipasi dan peluang ekonomi. Hal ini menjadi penurunan signifikan mengingat Indonesia berada di peringkat 58 di tahun 2020 dari 155 negara.

Dukung Perempuan Hadapi Tantangan Ekonomi

President Director & CEO Indosat Ooredoo dalam peluncuran SheHacks © Indosat Ooredoo
President Director & CEO Indosat Ooredoo dalam peluncuran SheHacks © Indosat Ooredoo

Tantangan yang ada dilihat Indosat Ooredoo sebagai adanya peluang besar yang belum dimanfaatkan untuk mengurangi kesenjangan gender lewat penggunaan teknologi. SheHacks pertama kali diprakarsai pada tahun 2020. Tujuan pendiriannya adalah agar mampu memberdayakan dan meningkatkan inovasi perempuan Indonesia agar mampu meretas masalah mereka menjadi terobosan kreatif yang menjawab tantangan masa kini.

“Pemberdayaan perempuan selalu menjadi bagian dari tiga pilar utama Indosat Ooredoo dalam melayani bangsa. Kami memahami bahwa ketidaksetaraan gender di Indonesia harus segera ditindaklanjuti dan tak bisa terus kita biarkan. Kami percaya bahwa teknologi yang baik haruslah merupakan teknologi yang inklusif dan karenanya, peran teknologi dalam memberdayakan dan meningkatkan inovasi perempuan Indonesia menjadi sangat penting. Inilah mengapa kami meluncurkan SheHacks; untuk mendorong perempuan Indonesia untuk mengambil tindakan sendiri dan memberi dampak.” ujar Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama.

Mendapat Apresiasi Duta Besar Qatar untuk Indonesia

Tampak pada gambar dari kiri: Ahmad Al-Neama, H.E. Fawziya E. Al-Sulaiti,  Tri Rismaharini, Angkie Yudistia saat peluncuran SheHacks 2021 Indosat Ooredoo di Jakarta © Indosat Ooredoo
Tampak pada gambar dari kiri: Ahmad Al-Neama, H.E. Fawziya E. Al-Sulaiti, Tri Rismaharini, Angkie Yudistia saat peluncuran SheHacks 2021 Indosat Ooredoo di Jakarta © Indosat Ooredoo

Inisiasi yang dihadirkan oleh Indosat Ooredoo dalam mendukung pemberdayaan perempuan lewat teknologi ini mendapatkan apresiasi luar biasa. Salah satunya datang dari Duta Besar Qatar untuk Indonesia, H.E. Fawziya E. Al-Sulaiti yang hadir dalam event launching SheHacks 2021.

Selama tinggal di Indonesia, ia mengenal peran perempuan sangat penting untuk kemajuan bangsa. Ia pun banyak berkolaborasi dengan para pemimpin perempuan hebat di tanah air, seperti Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Yenny Wahid yang merupakan pendiri Wahid Foundation.

Kondisi pandemi dengan efek global membuat langkah dari Indosat Ooredoo ini dinilai sebagai solusi yang brilian. Fawziya sendiri merasakan pentingnya peranan teknologi terutama di masa pandemi seperti sekarang.

"Saya tiba di Jakarta pertengahan bulan Januari 2020, tepat sebelum pandemi dan orang-orang mulai panik. Terjadi lockdown di negara yang belum saya pahami dan itu bukan hal yang mudah. Tapi saya akan mengucapkan terima kasih untuk teknologi. Dengan teknologi, kamu bisa bertemu dengan keluarga, teman, dan melakukan pekerjaan secara virtual dari rumah sepanjang hari. Pandemi ini juga menunjukkan bahwa nggak ada yang nggak mungkin, banyak orang kehilangan pekerjaan tapi mereka tidak menyerah. Mereka mulai menggunakan media sosial untuk mempromosikan bisnis mereka," ungkap Fawziya.

Lebih jauh, ia juga mengapresiasi kehadiran SheHacks yang dapat meningkatkan kapasitas perempuan.

"SheHacks menjadi program inovatif yang dapat mendorong perempuan meningkatkan skill mereka dan memperbesar kapasitas mereka. Saya harap program ini mampu memberdayakan lebih banyak perempuan Indonesia di masa depat, sebagaimana perempuan perlu mengedukasi dirinya sendiri dalam konsep baru dan bidang teknologi," ungkap Fawziya E. Al-Sulaiti.

3 Topik Utama yang Disorot SheHacks

(c) Indosat Ooredoo
(c) Indosat Ooredoo

Tahun ini ada 3 topik utama yang menjadi sorotan SheHacks, yaitu ekonomi, pendidikan, dan kesehatan perempuan. Lebih khusus lagi, program ini ditujukan buat meningkatkan kontribusi perempuan terhadap ekonomi keluarga lewat kewirausahaan, meningkatkan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.

Tri Rismaharini hadir dalam peluncuran SheHacks 2021 © Indosat Ooredoo
Tri Rismaharini hadir dalam peluncuran SheHacks 2021 © Indosat Ooredoo

Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini, memberikan dukungannya dalam peluncuran SheHacks 2021. Risma bahkan memiliki harapan besar dari kehadiran SheHacks 2021, yaitu mendorong lahirnya inovasi teknologi yang mendukung perempuan semakin berkembang serta meringankan kesulitan yang dihadapi mereka.

“Upaya-upaya bagaimana bisa meringankan beban mereka dengan pola-pola yang dilakukan Indosat Ooredoo lewat SheHack 2021 ini mungkin bisa menginspirasi remaja, anak-anak muda, untuk bagaimana bisa meringankan beban dari para ibu-ibu di Indonesia bahkan mungkin di seluruh dunia,” papar Risma.

Targetnya juga cukup besar, yaitu ada lebih dari 1000 perempuan Indonesia yang akan terlibat dalam SheHacks 2021 dan melibatkan berbagai komunitas pemberdayaan perempuan di tanah air.

Untuk mengikuti SheHacks 2021, peserta dapat mendaftar dan mengumpulkan proposal program mulai 9 Juni hingga 9 Juli. Semua perempuan Indonesia di bawah usia 40 tahun diperbolehkan mengikuti kompetisi ini dalam tim beranggotakan maksimal 3 orang. Finalis terpilih berhak untuk mengikuti sesi mentoring dan pemenangnya akan diumumkan pada bulan Agustus 2021. Setelahnya, para pemenang akan mengikuti program pendampingan selama 4 bulan di mana mereka akan dipertemukan dengan instansi yang tepat untuk mewujudkan solusi mereka.

“Melalui program berkelanjutan ini, Indosat Ooredoo akan terus mendampingi lulusan SheHacks untuk mewujudkan inovasi mereka menjadi solusi yang nyata, bekerja sama dengan Pemerintah dan organisasi global seperti UNDP, UN Women, dan GSMA Connected Women. Kami berharap SheHacks akan menjadi titik awal untuk mengurangi kesenjangan gender dan terus menciptakan dampak yang lebih besar untuk mencapai kesetaraan gender di Indonesia,” tutup Ahmad.

Tertarik buat jadi bagian dari SheHacks 2021? Temukan informasi pendaftaran selengkapnya di sini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel