Dukung Mobil Listrik Nasional, PT DI Hibahkan Mobil 'Gang Car'

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Dirgantara Indonesia (DI) menghibahkan empat unit mobil yang dirakit sendiri bernama "Gang Car" kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk pengembangan proyek mobil listrik dan mobil hemat energi pemerintah.

"Jadi empat mobil mini mesin nya 250 cc ini kami hibahkan secara cuma-cuma pada Kemendikbud. Semuanya diproduksi pada tahun 2003 lalu dan menggunakan bahan bakar bensin," kata Direktur Utama PT DI Budi Santoso, di Gedung Kalimantan PT DI Kota Bandung, Jumat.

Ia mengatakan, untuk saat ini empat mobil tersebut mesinnya sudah diambil karena nantinya akan dikonversi oleh tim dari Kemendikbud untuk menjadi mobil listrik atau mobil hemat energi

"Artinya secara tidak langsung kami hanya menyumbang bodynya saja, sedangkan untuk selanjutnya akan dikerjakan oleh tim mobil listrik Kemendikbud," kata Budi.

Dikatakannya, pengembangan pada empat mobil tersebut dilakukan ketika Indonesia dihadapkan pada krisis moneter tahun 1998 dan saat itu karyawan PT DI banyak yang menganggur. "Maka dari itu dalam masa tersebut kami memunculkan inovasi dengan mengeluarkan mobil mini ini," katanya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menyambut baik pemberian hibah dari PT Dirgantara tersebut. "Mobil ini nantinya akan dikembangkan lagi oleh tim yang sudah dibentuk oleh pemerintah," kata Mohammad Nuh.

Mendikbud mengatakan, terkait pengembangan mobil nasional tersebut pihaknya sudah menggelar tiga pertemuan dengan para akademisi untuk membahas mobil listrik dan hemat energi.

Pertemuan pertama, kata Nuh, ialah ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang para rektor lima universitas tersebut untuk mengambil inisiatif riset dan pengembangan mobil listrik.

"Waktu itu ada lima universitas yakni UI, ITB, UGM, ITS, UNS, ditambah Politeknik Manufaktur Bandung yang melakukan pertemuan lanjutan ini di Yogjakarta," katanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.