Dukung MotoGP Mandalika, Landas Pacu Bandara Lombok Diperpanjang

Scherazade Mulia Saraswati
·Bacaan 2 menit

Proyek perluasan terminal Bandara Lombok yang dimulai sejak awal tahun, telah mencapai progres pengembangan sebesar 62 persen hingga 15 November 2020.

Perpanjangan landas pacu dilakukan dari 2.750 meter menjadi 3.300 meter. Sedangkan pengerasan runway meningkatkan nilai PCN dari 56 menjadi 64.

Dengan spesifikasi panjang runway dan tingkat PCN itu, Bandara Lombok Praya dapat mendukung operasional pesawat berbadan lebar (wide-body) sekelas B777 dan pesawat kargo peserta MotoGP.

"Angkasa Pura I sangat mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menjadi lokasi penyelenggaraan MotoGP 2021, serta pengembangan pariwisata Lombok secara umum melalui pengembangan kapasitas Bandara Lombok menjadi pintu gerbang bagi turis internasional, nantinya ketika penerbangan internasional sudah dibuka, dan turis domestik," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi, dalam pernyataan tertulis Kamis (19/11/2020).

Baca Juga:

MotoGP Umumkan Kalender Sementara 2021, Mandalika Jadi Cadangan MGPA: Indonesia Bisa Tentukan Waktu MotoGP Mandalika

Proyek perpanjangan runway ditargetkan selesai pada Mei 2021. Sementara perluasan terminal penumpang ditargetkan beroperasi pada Februari 2021.

Total luas terminal penumpang akan menjadi 43.501 meter persegi dengan kapasitas sekitar 7 juta penumpang per tahun. Bertambah 19.378 meter persegi dari luas saat ini yang hanya 24.123 meter persegi, dengan kapasitas yang hanya dapat menampung 3,5 juta penumpang per tahun.

Kemudian pada triwulan 4 tahun 2020 juga dibuat rapid exit taxiway (RET), parallel taxiway timur seluas 865 meter x 23 meter, serta perluasan apron menjadi 136.300 meter persegi dari luas saat ini yang hanya 108.100 meter persegi.

Dengan apron seluas 136.300 meter persegi, maka dapat menampung 16 pesawat berkonfigurasi 10 pesawat berbadan sempit (narrow-body) dan 6 pesawat wide body.

PT Angkasa Pura I (Persero) juga melakukan pengembangan fasilitas kargo dan pembangunan waving gallery, serta perluasan parkir penumpang.

Fasilitas kargo yang dikembangkan, yaitu pembuatan jalan akses kargo sepanjang 1.500 meter, serta perluasan pelataran kargo menjadi 6.000 meter persegi dari 3.566 meter persegi.

Adapun, pembuatan RET, parallel taxiway timur, perluasan apron, penembangan fasilitas kargo, pembangunan waving gallerry, dan perluasan parkir penumpang ditargetkan dapat beroperasi pada Juli 2021.