AS Dukung Negara Asia Tenggara Lawan Tekanan China di LCS

Mohammad Arief Hidayat, DW Indonesia
·Bacaan 1 menit

Amerika Serikat (AS) menolak klaim terhadap wilayah Laut China Selatan yang dilakukan oleh China di luar kesepakatan hukum internasional. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada Rabu (27/01) bahwa AS mendukung negara-negara Asia Tenggara untuk melawan tekanan China.

Blinken membuat pernyataan tersebut lewat panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin, kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.

"Menteri Luar Negeri AS Blinken berjanji untuk mendukung para penggugat negara Asia Tenggara dalam menghadapi tekanan China," kata Departemen Luar Negeri AS.

China mengklaim hampir semua wilayah Laut China Selatan yang kaya akan energi dan jalur perdagangan utama tersebut. Klaim tumpang tindih di wilayah Laut China Selatan sudah sejak lama terjadi dan melibatkan Filipina, Brunei, Vietnam, Malaysia, dan Taiwan.

AS menuduh China memanfaatkan pandemi virus corona untuk menekan pengaruhnya di Laut China Selatan.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan Blinken, yang menjabat menlu di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden, "menggarisbawahi bahwa Amerika Serikat menolak klaim maritim China di Laut China Selatan yang melebihi zona maritim yang diizinkan untuk diklaim China berdasarkan hukum internasional."

Hubungan AS dengan China memburuk di bawah kepemimpinan mantan Presiden AS Donald Trump karena berbagai masalah termasuk pandemi COVID-19, kebijakan UU Keamanan Nasional China di Hong Kong, perlakuan China terhadap minoritas Muslim di Xinjian, dan perang dagang.

Dua minggu lalu, pemerintahan Trump menjatuhkan sanksi kepada pejabat dan perusahaan China atas konflik di Laut China Selatan.

pkp/rap (Reuters)