Dukung Penguatan UMKM, OJK Gelar Festival UMKM Toba Vaganza

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Festival UMKM Toba Vaganza yang dimulai pada Jumat (12/11/2021). Gelaran ini berlangsung selama sepekan sampai dengan 21 November 2021.

Ketua OJK Wimboh Santoso menjelaskan, Festival UMKM Toba Vaganza berlangsung untuk mendukung penguatan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui kebangkitan UMKM, khususnya di daerah Medan dan Toba Samosir.

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari OJK dan didukung oleh Industri Jasa Keuangan serta pelaku startup. Tujuan dari acara ini adalah memperluas akses keuangan, percepatan digitalisasi UMKM, dan peningkatan kapabilitas serta kapasitas pelaku UMKM di Sumatera Utara.

"Festival UMKM Toba Vaganza dilaksanakan di dua tempat yaitu Kabupaten Simalungun dan Kota Medan. Kegiatan ini melibatkan 80 UMKM Binaan OJK dan TPAKD serta 20 Klaster penerima KUR Klaster," jelasnya di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara.

Menurutnya, percepatan transformasi UMKM secara terarah dan berkelanjutan menjadi sangat penting untuk mendukung penguatan dan pertumbuhan ekonomi yang stabil di masa pandemi Covid-19.

Untuk itu, diperlukan peningkatan kapasitas pelaku UMKM secara end-to-end dalam satu ekosistem terintegrasi berbasis teknologi.

Peningkatan kapasitas para pelaku UMKM mencakup penguatan manajemen usaha, kualitas produk, akses pasar, kapasitas keuangan, kapasitas SDM, dan adaptasi penguasaan teknologi digital.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

UMKM Jadi Bantalan Berbagai Krisis Ekonomi 1998, 2008 hingga Pandemi Covid-19

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembukaan acara Hari Ritel Nasional ke-2 bertema “Ritel tangguh, UMKM maju, Indonesia bangkit,” Kamis (11/11/2021).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembukaan acara Hari Ritel Nasional ke-2 bertema “Ritel tangguh, UMKM maju, Indonesia bangkit,” Kamis (11/11/2021).

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meluncurkan buku keempat yang berjudul Pembiayaan UMKM. Penerbitan buku terkait UMKM dipilih karena UMKM menjadi salah salah satu pilar pertumbuhan ekonomi selama masa pandemi Covid-19.

"Lebih lanjut Menko Airlangga menjelaskan UMKM merupakan bantalan dalam berbagai krisis ekonomi pada 1998, 2008, dan di era pandemi Covid-19," ujarnya di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (11/11).

Buku tersebut, kata Airlangga, menjelaskan mengenai ekosistem pembiayaan mulai dari pembiayaan super mikro dengan KUR dan kredit untuk usaha kecil dan menengah. Pada buku tersebut, juga terdapat target dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menambah pembiayaan kredit UMKM yang saat ini masih 20 persen menjadi 30 persen.

“Dengan adanya referensi buku ini kami berharap bisa menjadi acuan bagi pelaku usaha maupun pelaku dari perbankan dan keuangan yang bisa mereferensi terhadap kebijakan yang diambil pemerintah di sektor pembiayaan UMKM,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, UMKM menjadi sektor yang pertama kali terdampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu pemerintah memberikan subsidi bunga 0 persen untuk pelaku UMKM pada tahun 2020 dan dilanjutkan pada 2021 dengan bunga 3 persen.

“Ini untuk mendorong sektor UMKM mempunyai daya tahan dan tetap menyerap tenaga kerja. Plafon KUR ditingkatkan menjadi Rp285 triliun dan tahun lalu Rp190 triliun, itu hampir seluruhnya terserap,” jelasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel