Dukung PPKM Darurat, Komisi I DPR Minta TNI All Out

·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo menetapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa-Bali selama 3 pekan sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021. Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, mendukung kebijakan tersebut.

Menurut dia, PPKM darurat penting dilakukan untuk menekan angka lonjakan kasus COVID-19 di Pulau Jawa dan Bali dalam sebulan terakhir. Maka itu, ia meminta agar TNI bisa all out untuk mendukung penuh pelaksanaan PPKM darurat tersebyt.

Bagi dia, TNI punya peran krusial di tengah pandemi ini. Selain selain membantu pelaksanaan PPKM darurat, TNI mesti membantu pemerintah dalam mencapai target vaksinasi satu juta perhari, khususnya di Jawa dan Bali.

Meutya menyampaikan saat ini, diibaratkan bangsa Indonesia sedang menghadapi perang untuk mengakhiri pandemi. Ia bilang pertahanan terbaik dengan melindungi dan mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak lagi akibat virus berbahaya tersebut.

"Melihat kondisi yang ada, kita tidak bisa lagi tidak all-out dalam upaya meningkatkan pertahanan kita dalam melawan pandemi COVID-19 ini, yang salah satunya dapat dilakukan melalui percepatan dan peningkatan jumlah vaksinasi," ujar Meutya kepada wartawan, Kamis, 1 Juli 2021.

Sebelumnya, Presiden Jokowi resmi mengumumkan PPKM darurat seiring lonjakan kasus COVID-19 di berbagai daerah di Indonesia. Dengan kebijakan ini berarti akan ada pembatasan lebih ketat dibandingkan PPKM mikro sebelumnya.

“PPKM darurat ini akan meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat dari yang selama ini sudah berlaku," Jokowi dalam keterangannya yang dikutip YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 1 Juli 2021.

Jokowi mengingatkan agar seluruh masyarakat bisa lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ia juga mengimbau peraturan PPKM darurat bisa ditaati.

Dalam kesempatan itu, ia juga menginstruksikan Kementerian Kesehatan RI bisa meningkatkan kapasitas rumah sakit, fasilitas isolasi, ketersediaan obat-obatan, hingga tabung oksigen. Jokowi bilang agar masyarakat bisa tenang menghadapi pandemi ini.

"Kepada masyarakat tetap tenang dan waspada, disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Dengan kerjasama yang baik, dan Ridho Allah SWT, saya yakin kita bisa menekan dan segera memulihkan kondisi dengan cepat," tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel