Dukung PPKM Darurat, TNI Tambah Tempat Tidur COVID-19 di Jawa-Bali

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Upaya mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat), Kepala Pusat Penerangan TNI Prantara Santosa menyampaikan, TNI menambah kapasitas tempat tidur COVID-19 di seluruh Jawa-Bali.

"TNI juga menambah ketersediaan ruang isolasi dan intensif di seluruh Jawa-Bali sebesar 40 persen dari kapasitas keseluruhan tempat tidur di rumah sakit jajaran TNI," kata Prantara saat memberikan keterangan harian PPKM Darurat pada Senin, 12 Juli 2021.

"Kami juga menyiapkan 770 tempat tidur di rumah sakit lapangan jajaran TNI di Jakarta."

Dalam penanganan pasien COVID-19 Orang Tanpa Gejala (OTG) atau bergejala ringan, TNI telah melakukan upaya dengan menyiapkan, sejumlah 109 rumah sakit di jajaran TNI juga ikut mengelola Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, RSKI Pulau Galang, dan Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II Indrapura Surabaya.

Adanya pembatasan aktivitas masyarakat yang dilakukan Pemerintah melalui kebijakan PPKM Darurat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi masyarakat. Namun, kebijakan tersebut sangatlah tepat di tengah lonjakan kasus infeksi COVID-19.

"TNI dalam misi kemanusiaan, berkomitmen bersama segenap komponen bangsa untuk menjaga keselamatan rakyat dengan pengendalian penyebaran COVID-19 melalui PPKM Darurat," lanjut Prantara.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Tenaga Kesehatan TNI Ikut Tangani COVID-19

Tenaga kesehatan melapor kepada penjaga saat mengantarkan pasien positif Covid-19 di salah satu pintu masuk Runah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Minggu (30/5/2021). (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Tenaga kesehatan melapor kepada penjaga saat mengantarkan pasien positif Covid-19 di salah satu pintu masuk Runah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Minggu (30/5/2021). (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait PPKM Darurat, Mayjen Prantara memastikan, TNI melaksanakan operasi PPKM Darurat mulai 3-20 Juli 2021 dan serbuan vaksinasi di wilayah Jawa-Bali. Tujuannya, menekan lonjakan kasus penyebaran COVID-19 serta mewujudkan kekebalan kelompok (herd immunity).

Adapun gelar kekuatan TNI dalam pelaksanaan PPKM Darurat untuk Jawa-Bali sebanyak 34.198 personel dengan rincian 22.769 personel terdiri dari Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar), dan Bintara Pembina Potensi Kedirgantaraan (Babinpotdirga) yang sudah terlibat PPKM Mikro Jawa-Bali.

Kemudian penebalan pasukan sebanyak 11.429 personel. "Sedangkan untuk gelar kekuatan TNI dalam pelaksanaan PPKM Mikro dan PPKM Darurat di seluruh wilayah Indonesia ada 63.207 personel," tambah Prantara dalam pernyataan tertulis yang diterima Health Liputan6.com.

Sementara itu, tenaga kesehatan TNI yang menangani COVID-19 di wilayah Indonesia ada 26.609 personel.

"Di samping itu, TNI juga akan dilibatkan dalam pendistribusian 100.000 paket obat serta 11.000 ton beras untuk di Jawa-Bali melalui Satuan Komando Kewilayahan dimulai dari Kodam, Korem, Kodim, Koramil, hingga Babinsa," ujar Mayjen Prantara.

Infografis Kapan Kasus Covid-19 Melandai?

Infografis Kapan Kasus Covid-19 Melandai? (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Kapan Kasus Covid-19 Melandai? (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel