Dukung program pariwisata, SDM seniman di Kaimana-Papua Barat digenjot

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) para seniman di daerah itu guna mendukung program oemda setempat yang ingin menjadikan Kaimana sebagai daerah wisata.

Kepala Disbudpar Kaimana, Usman Fenetiruma di Kaimana, Ahad mengatakan untuk mendukung program pariwisata di Kaimana maka potensi kesenian lokal harus diangkat dan diberdayakan guna memberikan nilai tambah bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Seni dan budaya di Kabupaten Kaimana sesungguhnya sudah lama dikembangkan secara personal oleh masyarakat sejak masih berstatus distrik (kecamatan) dari kabupaten induk Fakfak. Dulunya kegiatan seni dan budaya menjadi bagian dari Porseni (Pekan Olahraga Seni), di mana talenta dan bakat anak-anak Kaimana di bidang seni dan budaya dipentaskan," kata Usman.

Karena tidak terorganisasi secara baik, katanya, potensi seni dan budaya yang ada di kalangan masyarakat Kaimana selama kurun waktu cukup lama tidak berkembang.

Ia mengatakan beberapa tahun lalu terbentuk Dewan Kesenian Daerah Kaimana yang diharapkan dapat mengakomodasi kelompok-kelompok kesenian di wilayah itu.

Sehubungan dengan itu, kata dia, baru-baru ini Disbudpar Kaimana menggelar kegiatan lokakarya standarisasi peningkatan SDM para seniman di Kaimana dalam rangka menggiatkan kembali kreativitas masyarakat di bidang seni dan budaya.

"Untuk menunjang kegiatan kepariwisataan di Kabupaten Kaimana maka sudah seharusnya bakat-bakat dan kreativitas masyarakat di bidang seni dan budaya harus dihidupkan kembali dan terus dikembangkan karena para wisatawan yang akan berkunjung ke Kaimana tidak saja hendak menikmati panorama alam yang indah tapi juga adat-istiadat, dan seni budaya yang berkembang di masyarakat lokal," katanya.

Ia menyebut kegiatan seni budaya Kaimana yang tersebar dari Ure sampai Pigo dan dari Omba Nariki sampai Nusaulan harus terus dilestarikan sebagai warisan leluhur hingga ke anak cucu.

Salah satu upaya Disbudpar Kaimana untuk melestarikan budaya asli Kaimana yaitu menjadikan bahasa daerah sebagai muatan lokal (mulok) untuk pembelajaran siswa di sekolah.

"Kami akan melakukan koordinasi dengan Dewan Adat dan tokoh adat dari suku-suku asli, serta Dinas Pendidikan agar bahasa daerah dijadikan muatan lokal di sekolah-sekolah," ujar Usman.

Hal itu, katanya, sejalan dengan UU Nomor 5 Tahun 2017 yang mengatur secara khusus tentang kemajuan kebudayaan daerah.

Terdapat 10 bidang yang harus dikembangkan, salah satunya yaitu pengembangan bahasa daerah, demikian Usman Fenetiruma.

Baca juga: Pemkab Kaimana-Unipa Manokwari kerja sama pengembangan SDM

Baca juga: Sandiaga akan berupaya memasukkan Kaimana ke dalam Ripparnas

Baca juga: Pengelola kawasan konservasi Kaimana dilatih kelola data digital

Baca juga: Kaimana siap menjadi laboratorium karbon biru