Dukung Rhoma Irama Jadi Capres, Partai Islam Krisis Figur

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Dukungan kepada Raja Dangdut Rhoma Irama oleh PKB sebagai calon presiden 2014 membuktikan partai Islam kehilangan figur. Seolah sudah tidak ada yang diandalkan lagi sebagai figur calon pemimpin berskala nasional.

"Itu bukti Partai Islam krisis figur, " kata pengamat politik Burhanudin Muhtadi dalam diskusi di Jakarta, Senin (24/12/2012).

Burhanudin juga menilai Partai Islam kesulitan dalam modernisasi finansial. Hal itu akhirnya berpengaruh dengan kaburnya diferensiasi antara partai Nasioalis dan Islam.

"Pada titik itu iklan dan uang penting. Dan ini kelemahan partai Islam," kata Burhanudin. Ia mengatakan partai-partai nasionalis melakukan politik pencitraan tanpa ragu mendukung hal-hal yang berbau Islam.

"Contohnya PDI Perjuangan dengan Baitul Muslimin," tuturnya. Ketua Departemen Advokasi Buruh Petani Nelayan PKS, Indra mengakui bila partainya tidak memiliki tokoh karismatik yang kuat. Namun, hal itu tidak dipersoalkan. Pasalnya, kata Indra, PKS bekerja melalui sistem kaderisasi.

"PKS tidak punya tokoh karismatik kuat, tapi kader mesin penggerak, jadi bukan tokoh, " tutur Anggota Komisi III DPR itu.

Baca Artikel Menarik Lainnya

  • Leo Batubara: Akbar Tanjung Jangan Bikin Gaduh di Golkar
  • Internal Partai Islam Tidak Solid Terima Caleg Atau Pengurus…
  • Partai Islam Alami Kegalauan
  • Srikandi Hanura Tanamkan Kecintaan Tanah Air
  • Akbar Tanjung Ingin Gagalkan Pencapresan Ical?



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.