Dukung Suriah, Kapal Perang Iran Merapat

REPUBLIKA.CO.ID, AMAN -- Rusia, Cina dan Iran menunjukkan dukungan untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad sehari sebelum pertemuan internasional, Senin (20/2).

Assad bertemu dengan seorang politisi senior Rusia di Damaskus. Pertemuan tersebut menegaskan dukungan Moskow bagi reformasi di Suriah dan membicarakan mengenai intervensi asing dalam upaya mengatasi pemberontakan.

Cina menuduh negara-negara Barat mengobarkan perang saudara di Suriah. Dua kapal perang Iran berlabuh di sebuah pangkalan angkatan laut Suriah pada Sabtu, menggarisbawahi meningkatnya ketegangan internasional selama satu tahun terakhir.

Kapal tersebut disebut-sebut akan memberikan pelatihan bagi angkatan laut Suriah. Hal ini menambah kekhawatiran Barat bahwa krisis Suriah bisa meluap ke dalam konflik regional jika tidak segera teratasi, seperti dikutip dari televisi pemerintah Iran.

Wakil Perdana Menteri Israel Dan Meridor mempertanyakan pergerakan Iran ini. Ia mengatakan Assad menerima dukungan dari Iran dan kelompok militan Hizbullah, dan bahwa Rusia dan Cina telah memberinya 'lisensi untuk membunuh.'

Pasukan pemerintah terus mendesak dengan tindakan keras terhadap pemberontakan antiAssad. Krisis ini memasuki pekan penting sebab negara-negara Barat dan Arab mengadakan sebuah konferensi di Tunisia pada Jumat untuk mendesak Assad menyerahkan kekuasaannya.

Pemerintahan Assad berencana untuk mengadakan referendum untuk konstitusi baru. Referendum tersebut ditujukan untuk mengadakan pemilu multipartai dalam waktu 90 hari.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.