Dukung Vaksin Nusantara Terawan, Aburizal Bakrie: Saya Utang Nyawa

Dedy Priatmojo
·Bacaan 3 menit

VIVA – Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie beserta istri menerima suntikan vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat, 16 April 2021.

"Hari ini saya disuntik Vaksin Nusantara. Sampel darah saya sudah diambil duluan delapan hari lalu. Saya termasuk yang pertama menjadi relawan untuk Vaksin COVID-19 buatan anak bangsa ini," tulis Aburizal dikutip VIVA dari akun Facebook pribadinya.

Aburizal mengaku percaya dengan vaksin Nusantara, juga percaya dengan kemampuan dokter Terawan. Lebih lanjut, mantan Menko Perekonomian itu mengaku pernah ditolong Terawan dari penyakit serangan stroke.

"Bahkan saya ini pernah hutang nyawa, karena beliau dengan metode cuci otak-nya pernah menyelamatkan saya dari serangan stroke yang fatal. Karenanya dulu saya bela Dokter Terawan dengan #SaveDokterTerawan," ujar Aburizal

"Bukan hanya saya, banyak tokoh nasional yang pernah ditolong oleh Dokter Terawan. Karenanya banyak juga tokoh yang mendukung Vaksin Nusantara ini," lanjutnya.

Tokoh senior Golkar ini berharap keberadaan vaksin COVID-19 dalam negeri ini tidak perlu lagi dipertentangkan. Sebab, munculnya vaksin Nusantara dan vaksin-vaksin lainnya buatan anak bangsa merupakan ikhtiar yang baik untuk kemanusiaan.

"Di Bulan Ramadan yang baik ini mari kita juga berdoa semoga pandemi COVID-19 segera teratasi, dan kita bisa kembali beraktivitas dan berkarya seperti sediakala," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie (ARB) menerima suntikan vaksin Nusantara, Jumat, 16 April 2021. Sepekan sebelumnya, Aburizal Bakrie telah diambil sampel darahnya di RSPAD Gatot Soebroto untuk kemudian dipisahkan sel dendritiknya dan disuntikkan kembali ke pasien hari ini.

Juru bicara Aburizal Bakrie, Lalu Mara Satria Wangsa membenarkan petinggi Golkar itu telah disuntik vaksin Nusantara hari ini. Ia mengatakan ARB telah diambil sampel darahnya pekan lalu, kemudian diteliti dan diproses oleh tim dokter yang menangani, dan pada siang ini disuntikan kembali.

Vaksin Nusantara ini diinisiasi Dokter Terawan bekerja sama dengan Litbangkes Universitas Diponegoro, tim laboratorium RSUP Dr. Kariadi Semarang, dan Aivita Biomedical Corporation dari Amerika Serikat, dan Rama Pharma.

Vaksin Nusantara sangat berbeda dengan vaksin COVID-19 yang sudah ada. Jika vaksin yang sudah dipakai saat ini ada yang dibuat dengan memakai virus yang dimatikan seperti buatan Sinovac misalnya, atau ada juga yang terbuat dari materi mRNA seperti buatan Pfizer Biontech, maka Vaksin Nusantara dibuat dengan materi sel dendritik.

Sel dendritik merupakan komponen dari sel darah putih yang diambil dari darah subyek pasien yang sehat. Kemudian sel tersebut dipaparkan dengan antigen protein S dari SARS-CoV-2. Sel dendritik yang telah mengenal antigen akan diinjeksikan kedalam tubuh subyek kembali.

"Di dalam tubuh, sel dendritik tersebut akan memicu sel-sel imun lain untuk membentuk sistem pertahanan memori terhadap SARS-CoV-2, sehingga diharapkan mampu melindungi penerima vaksin dari infeksi COVID-19 di masa yang akan datang," kata pneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang yang ikut ambil bagian dalam pembuatan Vaksin Nusantara, dr. Yetty Movieta Nency, Sp.A (K), IBCLC.

Meski demikian, BPOM memastikan belum mengeluarkan izin Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) uji klinis fase II untuk vaksin Nusantara. BPOM menilai masih banyak ditemukan kejanggalan dan pengabaian standar atau tahapan ilmiah yang dipersyaratkan, sehinggatidak bisa lanjut ke proses berikutnya.