Dukungan Alsintan dari Kementan Buat Pertanian Toraja Utara semakin Berkembang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sektor pertanian di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan semakin berkembang pesat berkat penggunaan alat mesin pertanian (alsintan). Untuk semakin mengembangkan sektor pertanian di Toraja Utara, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) menyalurkan bantuan alsintan kepada sejumlah kelompok tani. Bantuan itu terdiri dari 20 unit traktor tangan (hand tractor), 16 unit cultivator, 9 unit pompa air, dan 2 unit rice transplanter.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, sejauh ini Kementan terus berkomitmen memberikan bantuan alsintan kepada petani untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, selain berorientasi pada upaya meningkatkan produktivitas pertanian.

"Bantuan alsintan ini merupakan upaya Kementan untuk mendorong realisasi tujuan pembangunan pertanian nasional. Hal itu adalah pemenuhan pangan untuk seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor," kata Mentan SYL.

Direktur Jenderal PSP Kementan, Ali Jamil menambahkan, alsintan merupakan program strategis Kementan untuk mendorong agar petani memiliki nilai tambah. Dalam pengadaan realisasinya, Ali menjamin sepenuhnya program alsintan ini berjalan secara terbuka dan dapat diakses dengan baik oleh publik.

"Jadi, program alsintan ini merupakan salah satu program strategis Kementan untuk mendorong sektor pertanian ke arah yang lebih maju, mandiri dan modern," ujar Ali.

Dikatakannya, selain mampu meningkatkan produktivitas pertanian, alsintan juga meningkatkan kesejahteraan petani. Pendapatan mereka menjadi berlipat karena alsintan mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas pertanian. Selain itu, alsintan juga menjadi ciri pertanian yang telah beradaptasi dengan era tenologi 4.0.

"Maka, kami pun terus melakukan pendampingan dan pengawalan untuk memastikan alsintan yang dikerahkan bisa dimanfaatkan dan dimaksimalkan petani," harap dia.

Ali mengatakan, sejak awal memang alsintan ini diarahkan untuk peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani. Pengembangan alsintan diharapkan harus seimbang dengan tenaga kerja manusia, sehingga pengembangan pertanian tetap memberdayakan petani dengan teknologi pertanian yang maju.

"Alsintan akan bermanfaat untuk mempercepat proses pengolahan tanah, masa tanam, dan masa panen. Tentu ini akan memacu produktivitas dan kesejahteraan petani," papar Ali.

Ali menuturkan, alsintan dapat membantu petani menghemat waktu, tenaga, dan biaya produksi pertanian. Sebut saja, misalnya, pada saat masa musim tanam.

Dengan alsintan, mengolah sawah yang tadinya membutuhkan waktu lima sampai enam hari untuk luas lahan satu hektar, kini hanya hitungan jam saja.

“Kami juga terus memodernisasi alat-alat pertanian, agar pertanian kita semakin maju, mandiri, dan modern," ujar Ali.

Direktur Alsintan Ditjen PSP Kementan, Andi Nur Alamsyah menambahkan, alsintan yang dikelola dengan baik akan memberikan pemasukan lebih kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan). Selain itu pengelolaan alsintan juga didorong melalui UPJA sehingga pemanfaatannya lebih efektif dan optimal.

"Dengan begitu, petani akan mendapatkan nilai tambah dari hasil usaha penyewaan alsintan ini," kata Andi.

Ia berharap para petani dapat memaksimalkan pemanfaatan bantuan alsintan yang diberikan.

Andi menjabarkan, Kementan terus berupaya memastikan tak ada kendala yang diterima petani saat menerima bantuan alsintan dengan adanya kepastian garansi, perbaikan dan kemudahan dalam memperoleh sparepart serta suku cadang alsintan.

"Bantuan ini walau gratis tapi merupakan milik negara. Tidak boleh dibiarkan berkarat, harus dikelola dan dirawat dengan baik," pesan Andi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel