Dukungan komunitas intelektual diharapkan jadi warisan G20 Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dukungan kuat komunitas intelektual diharapkan dapat menjadi warisan Presidensi G20 Indonesia untuk dunia.

“Atas nama Presiden Joko Widodo, saya berterima kasih atas dukungan kuat dari komunitas intelektual. Dukungan ini penting agar pencapaian dalam Presidensi G20 Indonesia tahun ini tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga dunia,” katanya dalam acara Universitas Indonesia International Conference on G20 di Jakarta, Kamis.

Tema “Recover Together, Recover Stronger” yang diusung dalam Presidensi G20 Indonesia, ujarnya, menjadi kompas moral untuk menyatukan negara maju dan berkembang dalam menghadapi berbagai tantangan global dewasa ini.

Kolaborasi yang konkret antara Pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan stakeholder lainnya, termasuk para akademisi dan peneliti, menjadi penting untuk menghasilkan kebijakan yang sesuai dan bisa diterapkan serta memberikan manfaat yang nyata.

Menko Airlangga menyambut baik upaya universitas dan think tank yang diselenggarakan melalui Engagement Group Think 20 (T20) dan Science 20 (S20) dan mendorong agar T20 dan S20 dapat memberikan masukan berupa konsep akademik dan penelitian dengan implementasi kebijakan di sektor riil.

Pada kesempatan tersebut, Airlangga menjelaskan tentang kondisi global saat ini dan peran Indonesia di kancah internasional sebagai Presidensi G20, di mana pada saat yang bersamaan Presiden Joko Widodo juga terpilih sebagai salah satu anggota Global Crisis Response Group yang dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Indonesia terpilih karena memiliki pengalaman dengan kebijakan fiskal Indonesia yang diakui oleh dunia dalam mengatasi krisis tahun 1998 dan tahun 2008, serta dalam menghadapi krisis selama pandemi COVID-19,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Presidensi G20 Indonesia menekankan pentingnya kolaborasi secara inklusif. Setiap negara, setiap warga negara, termasuk kelompok rentan, harus mendapat manfaat dari tindakan, kebijakan, dan rekomendasi G20.

Selain itu, Presidensi G20 Indonesia juga fokus pada percepatan upaya pemulihan pascapandemi dengan meningkatkan efisiensi perekonomian, meningkatkan inklusi ekonomi, memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan, dan mempersiapkan ketahanan menghadapi pandemi di masa mendatang.

“Untuk mencapai pemulihan yang lebih kuat, perlu dibuat sumber-sumber ekonomi yang dapat diakses dan perlu meningkatkan pendapatan masyarakat yang terdampak akibat pandemi COVID-19,” ucap dia.

Terkait dengan transisi energi untuk pembangunan berkelanjutan, Airlangga mengatakan bahwa melalui Forum G20 mendatang di Bali, Indonesia mengajak negara-negara G20 dan sekitarnya untuk bergabung dengan Indonesia untuk lebih memperkuat komitmen global menuju pemulihan yang inklusif, hijau, dan berkelanjutan.

Selain itu, ia kembali menekankan bahwa tahun ini adalah momentum emas bagi Indonesia untuk memberikan warisan internasional karena Indonesia sedang menjalankan Presidensi G20.

Arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi menjadi pilar yang mencerminkan cara berpikir tentang reformasi untuk melakukan pemulihan ekonomi global pascapandemi dan kemakmuran global.

“Izinkan saya menyampaikan harapan yang tinggi kepada para akademisi dan peneliti yang terhormat. Saya berharap momentum ini bisa mengubah penelitian dan proyek ilmiah menjadi hasil yang nyata dan dapat ditindaklanjuti sehingga menjadi warisan Presidensi G20 Indonesia untuk dunia,” katanya.

Baca juga: Airlangga: Teknologi dan SDM tingkatkan ketahanan kesehatan global

Baca juga: Airlangga dorong anggota G20 kerja sama seimbangkan kepentingan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel