Dukungan Presiden Arema FC untuk Jayus Hariono karena Kartu Merah di Pekan Pertama BRI Liga 1

Bola.com, Malang - Arema FC bermain imbang 1-1 menghadapi PSM Makassar dalam laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Minggu (5/9/2021). Dalam pertandingan tersebut, Arema FC harus bermain dengan 10 pemain sejak menit keempat karena kartu merah yang diterima Jayus Hariono.

Hasil yang kurang maksimal memang dialami oleh Arema FC. Namun, satu poin sudah dirasa cukup mengingat mereka harus bermain dengan 10 pemain sejak awal laga.

Setelah bertanding, postingan terakhir dalam akun Instagram Arema FC kebanjiran komentar. Sudah lebih dari 1.000 komentar masuk, mulai dari kritik, perundungan, hingga dukungan pun ada di sana. Jayus Hariono enggan berkomentar mengenai kartu merah yang harus diterimanya.

Gelandang jangkar Arema FC itu memilih untuk diam sembari menyesali insiden tersebut. Ketika banjir kritik datang, Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, langsung memberikan dukungan.

Dukungan Sang Presiden Klub

Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, menyampaikan ide untuk selesaikan dualisme Arema. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, menyampaikan ide untuk selesaikan dualisme Arema. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bahkan Presiden Arema FC itu langsung menghampiri Jayus setelah pertnadingan. Kebetulan Gilang Widya memang menyaksikan laga tersebut secara di Pakansari.

Keduanya berfoto bersama dan Gilang mengunggahnya kebersamaan tersebut dalam story di Instagram miliknya.

"Stop bully. Ayo menjadi suporter yang dewasa dan bijak. Kita dukung Jayus Hariono agar bisa bangkit dan maksimal dalam pertandingan berikutnya," ujar Gilang Widya Pramana.

Merasa Tegang

Hanif Sjahbandi yang ditunjuk sebagai eksekutor menceploskan bola dan membuat timnya unggul 1-0 pada menit ke-21. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Hanif Sjahbandi yang ditunjuk sebagai eksekutor menceploskan bola dan membuat timnya unggul 1-0 pada menit ke-21. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bagi pengusaha muda yang karib disapa Juragan 99 ini, Jayus lebih membutuhkan dukungan ketimbang cacian.

Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida, juga menilai tidak ada niat jahat dari Jayus ketika melakukan pelanggaran. Mantan pemain Persekam Mentro FC itu diangga terlalu semanga memburu bola.

Gilang Widya Pramana pun mengaku tegang menyaksikan pertandingan pertama Arema FC di BRI Liga 1 2021/2022. Apalagi Arema sudah kalah jumlah pemain sejak awal pertandingan dan itu membuat timnya lebih sering ditekan oleh PSM Makassar.

"Super deg-degan pertandingan semalam. Bermain dengan 10 orang dalam 87 menit dan tidak terkalahkan. Super bangga dengan perjuangan kalian," ujar Gilang.

Posisi Arema FC Saat Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel