Dukungan Psikologis untuk Personel di Medan Operasi Pengejaran Teroris MIT

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Poso - Personel Brimob yang bertugas mengejar para DPO teroris di Poso mendapat pendampingan psikologis dari Tim Psikologi SSDM Polri dan Polda Sulteng untuk menjaga mental para personel di tengah intensitas tugas yang tinggi dengan medan yang sulit.

Pendampingan psikologi bagi personel yang tergabung dalam Satgas Madago Raya itu bahkan diberikan langsung oleh Kabag Psipol Ropsi SSDM Polri, Kombes Polisi Adi Suhariyono yang didampingi Wakatim Pendampingan psikologi, Kompol Agung Suprapto.

Metode pendampingan yang diberikan kepada personel yang saban hari bersikap siaga itu bersifat relaksasi. Di antaranya mereka diajak saling berbagi cerita dan mengikuti beberapa permainan.

"Tujuannya kami bisa mendalami kondisi personel di lapangan secara langsung untuk kami berikan dukungan psikologis agar pasukan dalam operasi ini semangatnya tetap terjaga," Kabag Psipol Ropsi SSDM Polri, Kombes Polisi Adi Suhariyono di Poso mengatakan, Kamis (26/8/2021).

Adi mengatakan, selain memberi dukungan psikologi, observasi yang dilakukan juga menjadi bahan untuk menentukan penangangan yang akurat terhadap kondisi tertentu yang dihadapi masing-masing personel.

Dukungan di Tengah Bahaya

Suasana pendampingan Tim Psikologi SSDM Polri dan Polda Sulteng untuk personel Satgas Madago Raya dengan cara berbagi cerita dan pengalaman. (Foto: Humas Madago Raya).
Suasana pendampingan Tim Psikologi SSDM Polri dan Polda Sulteng untuk personel Satgas Madago Raya dengan cara berbagi cerita dan pengalaman. (Foto: Humas Madago Raya).

Selain kepada personel Brimob di Pos Kejar Sausu dan Poso, menariknya tim psikologi itu juga memberikan pendampingan serupa bagi warga dan anak-anak di beberapa titik wilayah operasi.

Operasi Madago Raya sendiri hingga Agustus 2021 sudah memasuki tahap III sejak Januari 2021. Kini tersisa 6 orang yang masuk DPO terorisme yang masih diburu aparat keamanan di wilayah Kabupaten Poso, Parigi Moutong, dan Sigi, Sulawesi Tengah.

Tidak hanya berhadapan dengan kelompok teror bersenjata, aparat juga mesti berhadapan dengan kondisi medan operasi yang sulit yakni hutan lebat pegunungan di tiga wilayah itu.

"Yang utama dan penting mereka tersentuh dan mendapat perhatian. Terutama pengalaman traumatis dan psikologis agar operasi berjalan lancar," Kombes Polisi Adi Suhariyono memungkasi.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel