Dukungan Spesial Pemerintah ke Atlet yang Lolos Olimpiade Tokyo

Pratama Yudha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga berjanji bakal memberikan dukungan spesial bagi para atlet yang lolos ke Olimpiade Tokyo 2020, Juli mendatang. Mulai dari pemberian bonus hingga fasilitas keberangkatan dan kepulangan.

Hal itu disampaikan oleh Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Chandra Bhakti. Chandra berharap pemberian dukungan ini bisa menambah motivasi para atlet sehingga tampil maksimal untuk mengibarkan bendera Merah Putih di gelaran multievent olahraga terakbar sedunia tersebut.

Dukungan dimulai dari fasilitas keberangkatan ke Tokyo dengan menumpang pesawat kelas bisnis. Ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada para atlet yang telah berjuang lolos ke pesta olahraga terbesar empat tahunan itu.

"Sebab untuk sampai di olimpiade itu harus ada kualifikasi dan ini berbeda dengan SEA Games. Mereka harus kumpulkan poin dulu untuk bisa lolos. Jadi atlet Olimpiade akan kami tempatkan di kelas bisnis," kata Chandra dalam diskusi Indonesia menuju Olimpiade Tokyo di Jakarta, Selasa 4 Mei 2021.

Sementara terkait bonus untuk atlet yang meraih medali, Chandra memastikan mereka akan mendapatkan bonus lebih dari Olimpiade sebelumnya.

“Biasanya bonus itu tidak pernah turun yang ada itu naik. Contoh saja kemarin di SEA Games itu bonusnya Rp200 juta untuk yang meraih medali emas. Faktanya ketika perolehan kita bagus, prestasinya naik maka apresiasi langsung dari Pak Presiden ditambah menjadi Rp500 juta,” tutur dia.

Lebih lanjut, Chandra memastikan bonus yang diberikan untuk atlet peraih medali emas di Tokyo tidak akan kurang dari Rp5 miliar. Pasalnya, bonus itu berkaca dari pemberian bonus sebelumnya yang diberikan pemerintah pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 lalu.

"Ukurannya meraih prestasi itu tak mudah. Perunggu atau perak saja sulit, apalagi emas. Jadi, bonusnya tak akan lepas dari nilai Rp5 miliar itu, bahkan biasanya diberikan sebelum keringat atlet kering, nggak menunggu lama-lama," tutur Chandra.

"Bonus itu bentuk lain penghargaan, saya yakin nilainya tidak kurang dari Rp5 miliar. Mudah-mudahan di Tokyo, itu lebih dari nilai tersebut," tambah dia.