Dukungan terhadap UMKM bisa bangkitkan ekonomi di tengah pandemi

·Bacaan 1 menit

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau Hipmi Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sayyid Hasan menilai dukungan terhadap usaha mikro kecil menengah (UMKM) bisa bangkitkan ekonomi di tengah pandemi.

"Dukungan untuk pelaku UMKM agar mampu bertahan di masa pandemi COVID-19. Kebangkitan perekonomian bisa dimulai dari dukungan berupa pendanaan maupun teknis kepada UMKM," kata Sayyid Hasan di Penajam, Senin.

Pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19 sangat penting untuk dibangun secara berkelanjutan melalui pendampingan dan partisipasi semua pihak terhadap UMKM.

Agar perekonomian bangkit kembali menurut Sayyid Hasan, diperlukan peran pemerintah, perusahaan milik negara maupun perusahaan milik daerah serta perusahaan swasta dalam mendukung UMKM.

Mewabahnya virus corona cukup berdampak kepada perekonomian, sehingga dukungan dari seluruh elemen termasuk masyarakat umum kepada UMKM dibutuhkan untuk menggairahkan kembali perekonomian.

"Dukungan terhadap UMKM dapat dilakukan melalui tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR)," ucap Sayyid Hasan.

Menghidupkan ekonomi, dapat dilakukan dengan memaksimalkan potensi usaha mikro kecil menengah agar perputaran ekonomi kembali normal.

Usaha mikro kecil menengah perlu mendapat perhatian lebih dari semua pihak, sebab UMKM merupakan salah satu solusi meningkatkan perekonomian.

Sayyid Hasan juga mendorong masyarakat Benuo Taka (sebutan Kabupaten Penajam Paser Utara) yang terdampak langsung dengan adanya pandemi COVID-19 tidak putus asa.

Seluruh masyarakat yang terdampak langsung dengan mewabahnya virus corona, harus mampu bangkit untuk membangun usaha mikro kecil menengah memulihkan perekonomian.
Baca juga: Sistem pembayaran digital motor utama digitalisasi UMKM
Baca juga: Erick Thohir bersama BUMN siap dukung dan perkuat ketangguhan UMKM

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel