Dulu Desa Terpencil, Kini BUMDes Ini Punya Ratusan Karyawan dan Beromset Rp10 Miliar

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Kutai Kartanegara - Raut Bahagia tidak bisa ditutupi dari wajah Rusdin, Kepala Desa Sungai Payang. Pasalnya desa yang dipimpinnya mendapat kunjungan khusus dari Menteri Desa, Pembangungan dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar pada bulan Mei 2021 lalu.

Lawatan Menteri ini untuk memberikan penghargaan terbaik nasional kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Payang Sejahtera yang dimiliki Desa Sungai Payang. Desa ini terletak di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Prestasi ini tak lepas karena BUMDes Payang Sejahtera mampu mengembangkan potensi yang dimiliki Desa untuk mensejahterakan masyarakatnya. Kini BUMDes Payang Sejahtera berhasil memiliki pendapatan diatas rata-rata dan setara BUMDes berpenghasilan besar level nasional.

Padahal beberapa tahun yang lalu, desa ini masih berstatus desa tertinggal. Tidak banyak yang mengenal dan tahu keberadaan desa ini. Desa Sungai Payang memiliki luas 44 ribu hektar dengan jumlah penduduk mencapai 2.954 jiwa.

Meski tidak terpencil, namun akses menuju desa ini cukup jauh. Butuh waktu perjalanan darat sekira 2 jam dari Kota Tenggarong, ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara. Desa ini nantinya akan menjadi kawasan ring satu Ibukota negara di masa depan.

Bagaimana Desa Sungai Payang bisa berkembang dengan pesat? Jawabannya adalah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes secara professional dan berkelanjutan.

Kepala Desa Sungai Payang sangat memahami betapa pentingnya keberadaan BUMDes demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu Pemerintah Desa bersepakat membentuk BUMDes Payang Sejahtera.

Potensi ekonomi Desa Sungai Payang sangat besar karena berada di pusaran bisnis sumber daya alam dan perkebunan. Desa ini dikelilingi perusahaan tambang batubara, perkebunan kelapa sawit, dan kawasan hutan tanaman industry.

“Dengan visi-misi desa yang kami sinergikan dengan visi misi Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mendorong percepatan pembangunan di Sesa Sungai Payang. Kami pun mengundang semua pelaku-pelaku usaha yang ada disini untuk berkontribusi membangun Desa Sungai Payang,” kata Rusdin, Kepala Desa Sungai Payang pada Kamis (11/11/2021).

Hasilnya, berdasarkan laporan keuangan tahun 2021, hingga Bulan Oktober lalu, omset yang tercatat lebih dari Rp10 milyar. Sedangkan total aset lebih dari Rp5 miliar. Meski sangat besar, bukan hanya nilai transaksinya yang menjadi patokan keberhasilan, namun pemberdayaan masyarakat.

Usaha Kepala Desa Sungai Payang

Jasa konstruksi menjadi tonggak awal bisnis BUMDes yang berhasil meraih kepercayaan dari perusahaan yang beroperasi di Desa Sungai Payang.
Jasa konstruksi menjadi tonggak awal bisnis BUMDes yang berhasil meraih kepercayaan dari perusahaan yang beroperasi di Desa Sungai Payang.

Perjalanan Rusdin membangun BUMDes tidaklah mudah. Setalah terpilih sebagai kepala desa pada tahun 2016, ia menyadari bahwa potensi di desanya sangat besar. Banyak bisnis sumber daya alam dan perkebunan beroperasi disana, akan tetapi kesejahteraan warga desa tidak maksimal.

Maka pada tahun 2017 melalui penyertaan modal awal memanfaatkan dana desa, Rusdin mulai mengoperasikan BUMDes secara profesional. Penyertaan modal ini dibarengi dengan Peningkatan sumber daya manusia yang mengelola BUMDes.

Rusdin mengaku awalnya tidak mudah untuk meyakinkan perusahaan bekerjasama dengan BUMDes. Tentu banyak standar pekerjaan yang harus dipenuhi. Untuk itu BUMDes pun berjalan perlahan, mengerjakan proyek dari yang kecil dahulu sembari terus menyempurnakannya.

“Alhamdulillah di awal kita memang diberikan pekerjaan yang masih kecil dan kita sukses melaksanakan dengan baik. Saat ini hampir semua kegiatan perusahaan itu melibatkan BUMDes Payang Sejahtera di setiap lelang dan tendernya.” Terang Rusdin.

Unit bisnis BUMDes Payang Sejahtera paling utama adalah terlibat dalam berbagai kegiatan perusahaan yang ada di desa mereka. BUMDes berusaha meyakinkan perusahaan yang beroperasi di Desa Sungai Payang agar bisa bekerjasama.

Tentu saja, untuk mendapatkan itu butuh upaya keras. Meyakinkan perusahaan tambang batubara dan perusahaan perkebunan kelapa sawit bukanlah perkara mudah. BUMDes Sungai Payang mengikuti tender pekerjaan di perusahaan tersebut.

Beberapa pekerjaan jasa konstruksi dari perusahaan tersebut berhasil mereka dapatkan. Pekerjaan yang tuntas dengan hasil yang berkualitas membuat pengalaman BUMDes Payang Sejahtera bertambah. Mereka pun merambah ke unit usaha lainnya.

BUMDes Payang Sejahtera berusaha semaksmimal mungkin melibatkan masyarakat di semua lini bisnisnya. Ratusan warga kini terlibat aktif secara ekonomi untuk mencapai kesejahteraan bersama.

Upaya tender dengan memberikan harga bersaing dengan jaminan kualitas pekerjaan, membuat BUMDes Payang Sejahtera semakin sibuk. Kini tercatat ada 11 unit usaha yang mereka Kelola.

Memanfaatkan Semua Peluang

BUMDes Payang Sejahtera memenangkan tender pengangkutan tandan buah sawit di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit. Usaha ini mampu melibatkan banyak masyarakat.
BUMDes Payang Sejahtera memenangkan tender pengangkutan tandan buah sawit di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit. Usaha ini mampu melibatkan banyak masyarakat.

Di perusahaan pertambangan batubara, BUMDes Payang Sejahtera mengelola laundry dan house keeping mess karyawan. Puluhan warga desa dipekerjakan di tempat ini. Mulai dari kaum ibu hingga remaja putri mendapatkan pekerjaan yang layak.

BUMDes juga mengelola food court yang berada di areal mess karyawan. Sajian makanan dengan pelayanan prima, menjadi kunci utama keberhasilan foodcourt yang berada di tengah-tengah kawasan pertambangan batubara ini.

BUMDes Payang Sejahtera juga medapatkan pekerjaan menyuplai air minum. Sebanyak tiga depo air minum direkrut untuk bermitra dan menyuplai kebutuhan air minum bagi perusahaan tambang batubara.

Untuk pengangkutan karyawan, BUMDes melibatkan beberapa warga yang memiliki angkutan bus kecil. Bus ini digunakan mengangkut karyawan untuk operasi tambang batubara.

Dari hasil pekerjaan yang dilakukan selama ini, BUMDes Payang Sejahtera mendapatkan respon dan testimoni yang positif. Perusahaan-perusahaan ini pun merasa puas dengan hasil yang diberi BUMDes.

“BUMDes Desa Sungai Payang cukup profesional, jadi kita lihat dari tenaga yang diberikan ke kami bukan sembarang orang. Kinerjanya memuaskan kami. Untuk mess misalnya, pekerjanya bagus. Laundry tepat waktu,” ujar Manajer Area Perusahaan Tambang Batubara Margono.

Tak hanya itu, catering untuk menyuplai makanan sehari-hari karyawan juga menjadi bagian unit bisnis BUMDes Payang sejahtera. Sebanyak tiga usaha catering terlibat dalam pekerjaan ini. Lebih dari seribu paket makanan harus disiapkan setiap harinya.

Pengusaha catering pun merekrut karyawan sehingga semakin banyak warga yang terlibat dalam kegiatan ekonomi ini.

Di Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit, BUMDes Payang Sejahtera memenangkan tender pengangkutan tandan buah segar atau TBS kelapa sawit. Perjalanan usaha ini cukup mengesankan. BUMDes Payang Sejahtera berhasil melibatkan puluhan warganya untuk menjadi bagian dari usaha ini.

Kini sebanyak 145 warga tercatat sebagai karyawan BUMDes. Jumlah tersebut juga melibatkan warga desa lainnya. jumlah yang fantastis untuk ukuran BUMDes di Indonesia. Perekrutan karyawan akan terus bertambah seiring dengan pengembangan unit bisnis BUMDes.

Komitmen Direktur BUMDes Utamakan Masyarakat

Direktur BUMDes Payang Sejahtera, Supiani.
Direktur BUMDes Payang Sejahtera, Supiani.

Meski telah memiliki hingga 11 unit usaha dengan hasil omset miliaran, BUMDes Payang Sejahtera tetap menjadikan pemberdayaan dan keterlibatan masyarkat sebagai tujuan utama. Dalam unit-unit usaha itu BUMDes bertindak sebagai fasilatator antara perusahaan dan masyarakat.

Misalnya dalam proyek pengangkutan buah segar (TBS) kelapa sawit, pihak BUMDes memfasilitasi warga untuk terlibat. Bukan hanya menyiapkan lapangan pekerjaannya saja, BUMDes juga membantu warga mendapatkan modal usaha berupa alat transportasi.

Warga bisa memperoleh kendaraan jenis truk melalui skema kredit, dengan jaminan proyek pekerjaan dari BUMDes Payang Sejahtera. Sebanyak 27 warga kini telah melunasi kredit tersebut dan bersiap untuk menambah unit truk mereka.

“Awalnya masyarakat kami yang punya unit pribadi di desa ini hanya ada 3 unit truk. Alhamdulillah berjalan waktu sekian tahun, sekarang sudah hampir 30 unit dan itu semuanya melalui rekomendasi BUMDes untuk leasing dengan jaminan pekerjaan dari BUMDes,” ujar Direktur BUMDes Payang Sejahtera Supiani.

Dari kredit ini, Supiani pun membeberkan bahwa banyak warga telah mendapatkan manfaatnya. Ia menyebut banyak warga yang telah berhasil membeli mobil dan motor dari hasil modal alat transportasi berupa truk ini.

Ketika BUMDes Payang Sejahtera medapatkan pekerjaan menyuplai air minum di 5 perusahaan batubara. BUMDes memilih merekrut tiga depo air minum masyarakat desa untuk bermitra dan menyuplai kebutuhan air minum.

“Dalam penyediaan air minum, BUMDes mendapat pekerjaan dari perusahaan, kemudian kami memberdayakan masyarakat yang punya depo air minum. BUMDes tidak membuat depo air sendiri karena kami utamakan masyarakat dan tidak ingin menjadi predator atau memonopoli usaha ini,“ tambah Supiani.

BUMDes Payang Sejahtera menyadari betul posisi mereka yang tidak boleh menjadi pesaing bagi usaha warga. Mereka kemudian membangun Pola kemitraan dengan masyarakat sehingga BUMDes menjadi inisiator dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.

Strategi Bisnis yang Berkelanjutan

Kepala Desa Sungai Payang, Rusdin.
Kepala Desa Sungai Payang, Rusdin.

BUMDes Payang Sejahtera sudah memikirkan rencana masa depan pasca tambang batubara. Keuntungan di setiap usaha dijadikan modal pengembangan unit bisnis di masa yang akan datang. Tercatat ada Sembilan usaha yang sedang direncanakan.

“Dalam menata masa depan BUMDes Payang Sejahtera, tentu kami harus merencanakan usaha-usaha bisnis yang sifatnya berkelanjutan. Diantaranya yang telah kami mulai dan akan kami kuatkan adalah pabrik kompos. Pabrik kompos ini juga masuk dalam kategori isu lingkungan,” terang Kepala Desa Sungai Payang Rusdin.

Pabrik kompos ini kini hampir rampung. Pupuk kompos yang dibuat berbahan dasar limbah tandan buah sawit dari pabrik pengolahan minyak kelapa sawit. Limbah yang melimpah tentu jadi modal berharga mengingat sisa tanda buah kelapa sawit selama ini hanya dibuang.

Uji laboratorium dari hasil pembuatan Kompos di desa ini melebihi standar yang disyaratkan Peraturan Menteri Pertanian.

Bagaimana produk kompos mereka bisa terserap oleh pasar? BUMDes Payang Sejahtera menyadari potensi yang ada di desa mereka. Perusahaan hutan tanaman industri tentu membutuhkan pupuk yang sangat banyak. Di sisi lain, aktivitas paska tambang seperti rehabilitasi lahan juga membutuhkan pupuk yang tidak sedikit.

BUMDes Payang Sejahtera kini bersiap menjadi perusahaan yang sesungguhnya. Pengalaman usaha dan rencana masa depan membuat warga desa kini tak perlu khawatir soal kesejahteraan. BUMDes Payang Sejahtera adalah potret nyata tumbuhnya ekonomi warga dari desa, dari pinggiran, untuk Indonesia maju, Indonesia yang lebih baik.

Simak juga video pilihan berikut

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel