Dulu Mahir Intai Koruptor, Eks Pegawai KPK Kini Jualan Empal Gentong

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipecat pada 30 September 2021 akibat tak lulus tes menjadi aparatur sipil negara (ASN) memulai kebiasaan baru. Mereka harus beradaptasi dengan kegiatan saat berada di Gedung Merah Putih KPK.

Mantan Penyidik sekaligus Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap membagikan foto kegiatan baru mantan pegawai KPK. Salah satunya yakni kegiatan mantan pegawai KPK di Direktorat Deteksi dan Analisis Korupsi Panji Prianggoro.

Dalam cuitannya di akun Twitter pribadinya @yudiharahap46 Yudi menyebut pada hari ini, Panji memulai usaha baru berjualan empal gentong.

"Mas Panji salah satu pegawai KPK yang diberhentikan, hari ini launching kulinernya, silakan order ya tweeps, beliau merupakan alumni UIN Jakarta, yang jago surveilance dalam mengintai pihak terkait korupsi, dulu ketika mahasiswa beliau aktif di PMII, rumahnya sekitar Larangan, Cileduk," ujar Yudi dalam cuitannya, Senin (11/10/2021).

Yudi menyematkan foto Panji yang tengah memasukkan bahan makanan ke dalam plastik. Terlihat Panji sedang berada di dalam rumahnya yang sederhana dan penuh coretan di tembok. Yudi menyebut Panji memang merupakan sosok yang sederhana.

"Mas Panji ini sosok sederhana, dan dia kalau OTT salah satu andalanku sebagai tim surveilance, sudah banyak OTT berhasil dibantu kinerja mas Panji yang persisten ini," kata Yudi.

Banting setir jualan makanan

Mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Juliandi Tigor Simanjutak yang dipecat akibat tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) kini beralih profesi menjadi tukang nasi goreng. (Twitter @paijodirajo)
Mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Juliandi Tigor Simanjutak yang dipecat akibat tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) kini beralih profesi menjadi tukang nasi goreng. (Twitter @paijodirajo)

Selain Panji, Yudi juga membeberkan setidaknya sudah tujuh orang mantan pegawai KPK yang banting setir. Mayoritas dari mereka memilih untuk berdagang makanan, mulai dari dagang makanan ringan alias cemilan hingga nasi goreng.

"Sampai saat ini di catatan saya ada tujuh (yang berjualan)," kata Yudi.

Pertama yakni mantan fungsional Biro Hukum KPK Juliandi Tigor Simanjuntak yang berjualan nasi goreng. Kedua, mantan fungsional Jejaring Pendidikan KPK Anissa Rahmadhany yang berjualan sambal dan masakan Korea. Ninis, sapaan karib Anissa membuat berbagai sambal dan masakan Korea dengan nama produk Nini's Kitchen.

Kemudian, mantan Dit Deteksi dan Analisis Korupsi Panji Prianggoro yang berjualan Empal Gentong serta masakan matang, mantan Biro Humas KPK Ita Khoiriyah alias Tata yang berdagang berbagai kue, mantan Penyelidik KPK Agtaria Adriana berdagang seDAPurku.

Selanjutnya, mantan Biro Umum KPK Wahyu, berjualan lauk pauk. Dan terakhir mantan Penyelidik KPK Ronald Paul Sinyal memilih berjualan berbagai makanan ringan alias cemilan dengan nama produk D&A Snack.

75 Pegawai KPK Tak Lulus Tes Wawasan Kebangsaan

Infografis 75 Pegawai KPK Tak Lulus Tes Wawasan Kebangsaan. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 75 Pegawai KPK Tak Lulus Tes Wawasan Kebangsaan. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel