Dulu Rawan Kebakaran Lahan, Kini Dayun di Siak Juara 1 Desa Wisata Terbaik

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengumumkan Desa Wisata Dayun di Kabupaten Siak, Riau, meraih juara pertama dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) di Kementerian Parekraf. Dayun dinyatakan syang terbaik pada kategori Kelembagaan Desa Wisata terbaik.

Padahal dulunya desa itu rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Namun, pemerintah setempat dan masyarakat kompak menyulap desa mereka menjadi wisata terbaik, bersaing dengan 50 desa lainnya se-Indonesia.

Puncak acara ADWI dilangsungkan di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf di Jakarta. Penyerahan penghargaan sekaligus sebagai penutup rangkaian roadshow ke-50 lokasi desa wisata terbaik di Indonesia selama 10 bulan terakhir.

Penghargaan Diterima Bupati Siak

Bupati Siak Alfedri menerima langsung penghargaan tersebut. Alfedri mengaku bangga atas prestasi yang diukir dari Desa Dayun yang dulunya adalah kampung yang rawan kebakaran lahan dan hutan.

"Desa Wisata Dayun mendapatkan juara I ajang ADWI. Dayun mendapatkan kategori Kelembagaan dari 50 Desa Wisata lainnya di Indonesia," ujar Alfedri saat dihubungi merdeka.com, Senin (1/11).

Alfedri menilai ada beberapa kategori yang dipertandingkan. Untuk kelembagaan yang dinilai di antaranya pengelolaan yang baik dan sumber daya manusia.

"Untuk Desa Wisata Dayun ini, kerja sama antara kelompok sadar wisata dengan Penghulu (Kepala Desa) Dayun sangatlah baik," jelasnya.

Bersama Kepala Dinas Pariwisata Siak H Tekad Perbatas Setia Dewa, Alfedri minta Desa Wisata Dayun terus berbenah, sehingga ke depan muncul Desa Wisata Dayun baru di Siak sebagai Kota Pusaka.

Tak Tahan dengan Asap Kebakaran Hutan

Sementara itu, Kepala Desa Kampung Dayun Nasya Nugrik pernah bercerita sejarah panjang berdirinya. Desa Dayun dahulunya adalah embung tempat pengambilan air saat kebakaran lahan.

"Kampung ini luasnya 132 ribu Ha atau dua kali lipat Pekanbaru. Kampung Dayun dulu kampung tertinggal, namun 2018 Kampung Dayun menjadi kampung mandiri," kata Nugrik.

Para periode 2013-2017, kampung dengan 8.000 jiwa penduduk itu kerap terjadi kebakaran hutan dan lahan. Menurut Nugrik, perlu waktu panjang bagi masyarakat Dayun untuk bisa bangkit.

Karena tak ingin selalu menghirup kabut asap, masyarakat pun ramai-ramai membuat embung atau kolam penampungan air. Embung kemudian digunakan helikopter water bombing untuk mengambil air dan pemadaman kebakaran lahan.

"Tahun 2013-2017 daerah kami ini rawan terbakar dan kami buat embung. Jadi kalau terjadi kebakaran, helikopter mengambil air di sini untuk pemadaman kebakaran lahan," ucap Nugrik.

Kini Nugrik mengaku bangga kampungnya dikunjungi masuk 50 besar desa wisata. Dia mengaku sempat menangis bangga saat Sandiaga Uno mengunjungi desa mereka 20 Agustus 2022.

"Saya menangis. Tak pernah menyangka bapak menteri akan datang ke sini," ujar Nugrik. [yan]